Pewarta foto Antara Biro Sumatra Barat, Fotra Yogi yang akrab disapa Iggoy El Fitra, meluncurkan buku antologi berjudul “Orang-orang Bermata Biru dari Minangkabau dan kisah-kisah lainnya”. Acara peluncuran tersebut berlangsung di Pustaka Steva, Nanggalo, Padang, pada Sabtu (31/1/2026) malam, dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Padang Andree Algamar, Kepala Biro Antara Sumbar Syarif Abdullah, serta para jurnalis, penggiat literasi, dan pengamat buku di Padang.
Kumpulan Feature Jurnalistik
Iggoy El Fitra menjelaskan bahwa buku ini merupakan kumpulan feature jurnalistik yang pernah ia tulis dan tayangkan di ANTARA. “Buku ini berisi kumpulan feature jurnalistik yang pernah saya buat dan ditayangkan di ANTARA sejak 2009 sampai 2023,” kata Iggoy, sosok yang juga menginisiasi organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Padang.
Penggarapan buku ini, menurut Iggoy, telah memakan waktu sekitar enam tahun, terhitung sejak 2020. Di dalamnya, terdapat lebih dari tiga puluh tulisan yang mengangkat berbagai peristiwa dan kisah menarik dari berbagai wilayah di Sumatra Barat.
Salah satu kisah yang menonjol adalah tentang warga yang memiliki mata biru bukan karena faktor genetik atau perkawinan campur, melainkan karena Sindrom Waardenburg. Kisah inilah yang kemudian diangkat Iggoy sebagai judul utama bukunya yang memiliki 183 halaman. Buku ini disajikan dengan gaya penulisan jurnalistik yang menarik, sederhana, mudah dipahami, namun tetap tidak meninggalkan esensi.
Pembuktian Pewarta Foto Juga Bisa Menulis
Iggoy mengaku sangat puas dengan peluncuran bukunya ini. Baginya, buku tersebut adalah sebuah pembuktian bahwa seorang wartawan foto pun memiliki kemampuan untuk menulis, dan tulisan-tulisannya kini telah terangkum dalam sebuah buku.
“Dengan menulis, pewarta foto bisa melahirkan gagasan-gagasan baru maupun pemikiran di samping menciptakan karya-karya foto,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa melalui tulisan, pewarta foto dapat tampil ke depan tidak hanya untuk memotret, tetapi juga menyuarakan kebenaran, khususnya dalam upaya menaikkan derajat profesi mereka.
Diskusi dan Apresiasi
Peluncuran buku Iggoy juga dibarengi dengan sesi diskusi yang menghadirkan dua pembahas, yaitu Syarif Abdullah (Kepala Biro Antara Sumbar) dan Yose Hendra (Pemimpin Redaksi Langgam.id). Diskusi ini dimoderatori oleh Novia Herlina, Ketua AJI Padang.
Syarif Abdullah menyampaikan kebanggaannya atas karya Iggoy. Menurutnya, kemampuan menulis kini menjadi kebutuhan esensial di era konvergensi media, sehingga pewarta foto tidak hanya menghasilkan karya jurnalistik berupa foto saja.
“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Iggoy, karena di tengah kesibukan sebagai pewarta foto ia masih sempat menulis dan kini meluncurkan sebuah buku,” kata Syarif Abdullah.
