Marco Bezzecchi kini memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 dengan koleksi 81 poin, menempatkannya di posisi teratas setelah serangkaian balapan yang ketat. Pembalap asal Italia ini hanya terpaut empat poin dari pesaing terdekatnya, Jorge Martin, yang terus membayangi.
Namun, jarak Bezzecchi dengan juara bertahan MotoGP, Marc Marquez, terpaut cukup jauh, yakni 36 poin. Situasi ini menempatkan Marquez dalam posisi sulit, meskipun secara matematis ia masih memiliki peluang untuk mengejar ketertinggalan.
Secara teori, Marc Marquez bisa saja menyalip Bezzecchi di seri keempat MotoGP Spanyol yang akan berlangsung di Sirkuit Jerez pada 24-26 April mendatang. Skenario ini bisa terwujud jika Marquez berhasil memenangi balapan sprint (12 poin) dan grand prix (25 poin), sementara Bezzecchi tidak mendapatkan poin sama sekali.
Perjuangan Marc Marquez di MotoGP Amerika
Performa Marc Marquez di sirkuit yang pernah menjadi ‘benteng tak terkalahkan’ baginya, Circuit of the Americas (COTA) di Texas, justru menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. Ia harus mengakui keunggulan Marco Bezzecchi di sirkuit tersebut, sebuah pemandangan yang jarang terjadi di masa lalu.
Marquez menghadapi berbagai tantangan, mulai dari adaptasi dengan motor baru, masalah stamina, hingga kesalahan fatal di sesi sprint. Kesalahan tersebut tidak hanya membuatnya kehilangan poin penting pada hari Sabtu, tetapi juga berujung pada penalti long-lap di balapan grand prix.
Penalti long-lap ini terbukti sangat merugikan, membuat Marquez tertinggal jauh dari Bezzecchi dan harus berjuang keras untuk meraih posisi yang lebih baik. Setelah balapan, Marquez tidak menutupi kekecewaannya.
“Ya, saya harus membayar kesalahan kemarin (sprint) dengan harga yang sangat mahal,” ujar Marc Marquez kepada awak MotoGP, mengakui dampak besar dari insiden tersebut terhadap performa dan posisinya di klasemen.
Situasi ini membuat Marc Marquez berada dalam tekanan besar untuk segera menemukan kembali performa terbaiknya dan mengejar ketertinggalan poin di sisa musim MotoGP 2026.
