Kelabba Madja di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), semakin mengukuhkan posisinya sebagai magnet wisata alam di wilayah selatan provinsi tersebut. Destinasi yang terletak di Desa Wadumeddi, Kecamatan Hawu Mehara ini menawarkan bentang geologi unik yang kerap dijuluki “Grand Canyon”-nya Pulau Sabu.

Tebing-tebing di Kelabba Madja menampilkan lapisan warna merah, cokelat, putih, hingga ungu yang terbentuk secara alami selama ribuan tahun. Struktur batuan yang menjulang dan berlekuk dramatis ini menghadirkan panorama eksotis, dengan gradasi warna kontras yang menciptakan lanskap artistik.

Apresiasi Wakil Gubernur NTT

Keindahan Kelabba Madja mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Provinsi NTT. Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, berkunjung ke destinasi tersebut pada Rabu (18/2), bersama jajaran pemerintah daerah setempat. Dalam kesempatan itu, Wagub Johni menyampaikan apresiasinya terhadap potensi wisata yang dimiliki Pulau Sabu, khususnya Kelabba Madja.

“Saya berkunjung ke Kelabba Madja, sebuah destinasi yang sangat unik dengan susunan bebatuan berwarna sejak zaman purba hingga sekarang. Nuansa artistiknya luar biasa. Bagi masyarakat yang datang ke Pulau Sabu, wajib mengunjungi tempat ini,” ujar Johni di Kupang, Kamis (19/2).

Menurut Johni, Kelabba Madja merupakan salah satu kekuatan utama pariwisata Sabu yang perlu terus dipromosikan secara luas. Ia menegaskan keunikan tempat ini.

“Ini benar-benar Grand Canyon-nya Pulau Sabu dan sangat unik. Selain Kelabba Madja, masih ada destinasi lain seperti situs Majapahit dan pantai-pantai indah di sini. Potensi wisata Sabu sangat besar,” katanya.

Nilai Sakral dan Waktu Terbaik Berkunjung

Selain nilai estetika, Kelabba Madja juga memiliki nilai sakral bagi masyarakat setempat dan dihormati sebagai warisan budaya turun-temurun. Kombinasi antara keindahan alam dan kearifan lokal menjadikan kawasan ini bukan sekadar objek wisata, melainkan ruang yang sarat makna.

Waktu terbaik untuk menikmati pesona Kelabba Madja adalah pada pagi atau sore hari. Pada momen tersebut, sinar matahari menyentuh permukaan tebing dan memantulkan gradasi warna yang semakin kontras. Momen matahari terbenam menjadi favorit para pemburu foto karena siluet batuan berpadu dengan langit jingga menghadirkan panorama yang spektakuler.

Destinasi Lain di Pulau Sabu

Tak jauh dari kawasan tersebut, wisatawan juga dapat mengunjungi Taman Skyber di Desa Raeloro, Kecamatan Sabu Barat. Destinasi bernuansa religi ini dibangun di atas bekas benteng peninggalan Belanda dan dilengkapi patung Yesus setinggi 20 meter, serta sejumlah situs sejarah kolonial.

Keberadaan Kelabba Madja dan Taman Skyber mempertegas posisi Pulau Sabu sebagai salah satu destinasi alternatif unggulan di NTT. Bagi pecinta wisata alam, fotografi lanskap, maupun wisata religi dan sejarah, Sabu Raijua menawarkan pengalaman perjalanan yang berbeda, tenang, autentik, dan sarat pesona.