PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan ketersediaan pasokan energi, baik Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun Liquefied Petroleum Gas (LPG), tetap aman bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik Lebaran 1447 H. Jaminan ini disampaikan di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang masih fluktuatif, namun ketahanan stok di wilayah operasional dipastikan stabil.

Kepastian tersebut mengemuka usai rapat koordinasi antara Pertamina Patra Niaga dengan Komisi VI DPR RI di Surabaya pada Jumat, 6 Maret 2026. Sebagai langkah antisipasi, Pertamina telah mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri untuk mengawal distribusi energi di jalur-jalur krusial.

Direktur Kelembagaan dan Kepatuhan PT Pertamina Patra Niaga, Kadek Ambara Jaya, memprediksi adanya lonjakan konsumsi energi, khususnya jenis gasoline dan LPG, seiring dengan peningkatan mobilitas warga. “Mobilitas warga yang tinggi saat Ramadan dan Idulfitri mendorong kami memperkuat seluruh infrastruktur layanan,” ujar Kadek.

Untuk mengantisipasi kendala distribusi, Pertamina mengerahkan kekuatan penuh di wilayah Jatimbalinus yang mencakup 1.482 SPBU, 900 Pertashop, serta 1.216 agen LPG. Khusus untuk melayani pemudik yang menempuh perjalanan jauh, Pertamina menyiagakan 644 SPBU yang beroperasi 24 jam penuh serta 921 Agen LPG Siaga.

Strategi jemput bola juga diterapkan melalui penyediaan 36 unit Motorist atau layanan pesan antar (PDS) yang siap menembus kemacetan di pemukiman maupun jalur wisata. Selain itu, 17 mobil tangki disiagakan sebagai “kantong suplai” di titik-titik rawan macet guna memastikan stok SPBU tidak kosong.

Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, mengapresiasi langkah mitigasi yang diambil Pertamina. Namun, ia memberikan catatan khusus mengenai perilaku konsumsi masyarakat di lapangan. “Kami melihat ada indikasi pembelian tidak wajar di beberapa titik yang menjurus pada penimbunan. Masyarakat jangan terpancing isu liar. Pertamina sudah menjamin stoknya, jadi belilah sesuai kebutuhan agar distribusi tetap merata,” tegas politisi Fraksi PKB tersebut.

Senada dengan hal itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, meminta warga tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying). Ia memastikan seluruh layanan, termasuk fasilitas istirahat ‘Serambi MyPertamina’ di rest area, siap menyambut pemudik dengan fasilitas lengkap seperti klinik mini hingga area bermain anak.

“Kami terus memantau pergerakan stok secara real-time. Jika warga menemukan kendala atau penyimpangan di lapangan, segera lapor ke kontak 135,” pungkas Ahad.