Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri memastikan Bendungan Batujai akan menjadi hub pesawat air (seaplane) untuk memperkuat konektivitas pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB). Rencana ini didukung penuh pemerintah daerah dan ditargetkan beroperasi pada Juni 2026.
Pathul Bahri menjelaskan, Bendungan Batujai akan berfungsi sebagai penghubung antar kabupaten/kota di NTB melalui layanan seaplane. “Nanti Bendungan Batujai sebagai penghubung antar kabupaten kota di NTB melalui seaplane,” kata Lalu Pathul Bahri di Lombok Tengah, Sabtu.
Realisasi proyek ini semakin dekat setelah penandatanganan kerja sama dengan PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMAN) selaku investor. Perusahaan tersebut akan membangun hub dan hanggar seaplane di lokasi tersebut.
Kehadiran seaplane diharapkan mampu mendorong kedatangan wisatawan berkualitas ke NTB. Bupati Pathul Bahri menegaskan kesiapan Bendungan Batujai sebagai hanggar pendaratan pesawat air. “Bendungan Batujai sebagai hanggar sudah sangat siap. Kami mendukung rencana ini,” ujarnya.
Dampak positif lain yang diantisipasi adalah pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal melalui sektor UMKM. Selain itu, Bendungan Batujai juga akan dikembangkan menjadi pusat destinasi wisata baru.
Pemerintah provinsi dan kabupaten telah melakukan uji analisis dampak lingkungan (AMDAL) terkait rencana ini. “Sejauh ini sudah dilakukan uji analisis dampak lingkungan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten. Hasilnya tidak ada dampak lingkungan yang akan ditimbulkan,” jelas Pathul Bahri.
Ia menambahkan, aktivitas seaplane juga tidak akan mengganggu masyarakat nelayan di sekitar bendungan. “Semua sudah dikaji dan dianalisis dampak baik buruknya dan insyaAllah tidak ada dampak negatif yang ditimbulkan terhadap lingkungan,” tegasnya.
Menurut penjelasan dari investor, landasan yang akan digunakan memiliki panjang sekitar 400 meter. Awalnya, dua pesawat akan parkir di Bendungan Batujai, namun potensi pariwisata NTB yang pesat membuka kemungkinan penambahan jumlah pesawat di masa mendatang.
Pathul Bahri memastikan semua persyaratan telah disiapkan sesuai regulasi yang berlaku. “Semua persyaratan sudah disiapkan sesuai regulasi,” katanya.
Seaplane direncanakan mulai beroperasi pada Juni 2026. Pengoperasian ini bertujuan mendukung event internasional seperti MotoGP di Sirkuit Mandalika dan Asia Talent Cup, dengan harapan dapat menarik wisatawan berkelas dunia. “Direncana Juni 2026 sudah mulai beroperasi,” pungkasnya.
