Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Reny A. Lamadjido memaparkan sejumlah strategi inovatif yang berhasil menekan angka pengangguran di wilayahnya. Penurunan signifikan ini disampaikan Reny dalam kegiatan presentasi kepala daerah yang diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri secara virtual dari Palu, Rabu (1/4/2026).
Reny A. Lamadjido mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran di Sulawesi Tengah telah mengalami penurunan yang cukup drastis. Dari angka 3,75 persen pada tahun 2021, kini turun menjadi 2,92 persen pada tahun 2025.
Strategi Komprehensif Tekan Pengangguran
Menurut Reny, capaian positif ini merupakan buah dari implementasi berbagai program strategis yang berfokus pada beberapa pilar utama.
“Penurunan ini merupakan hasil dari berbagai program strategis yang difokuskan pada peningkatan keterampilan tenaga kerja, perluasan lapangan kerja, serta penguatan kolaborasi lintas sektor,” kata Reny.
Pemerintah daerah, lanjut Reny, terus mengoptimalkan fungsi ketenagakerjaan melalui serangkaian inisiatif. Ini mencakup pembinaan pelatihan, program pemagangan, dan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Selain itu, penguatan pasar kerja dan penempatan tenaga kerja juga menjadi prioritas utama, didukung oleh berbagai program perluasan kesempatan kerja yang menyasar langsung masyarakat.
Salah satu komitmen Pemprov Sulteng dalam memperluas kesempatan kerja diwujudkan melalui program penciptaan wirausaha baru. Program ini dirancang untuk mendorong masyarakat agar dapat memulai usaha secara mandiri.
“Melalui penciptaan wirausaha baru, kita tidak hanya membuka peluang kerja bagi diri sendiri, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi orang lain,” jelas Reny.
Program tersebut diimplementasikan melalui pemberian bantuan peralatan bagi kelompok usaha, dengan tujuan mendorong pertumbuhan usaha produktif dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Capaian ini juga diperkuat dengan prestasi Provinsi Sulawesi Tengah yang meraih peringkat ketiga kategori provinsi wilayah kecil pada Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) dalam ajang Naker Inspirational Leadership Award 2025.
Pentingnya Kebijakan Berbasis Data
Menanggapi pemaparan tersebut, Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan urgensi kebijakan berbasis data dan inovasi dalam mengatasi persoalan ketenagakerjaan di daerah.
“Kita harus memastikan setiap kebijakan yang diambil berbasis data dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kepemimpinan yang kuat juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembangunan daerah,” ujar Yusharto.
Ia berharap kegiatan presentasi ini dapat menjadi sumber inspirasi dalam perumusan kebijakan serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kinerja pembangunan, khususnya di sektor ketenagakerjaan.
Data BPS: TPT Sulteng Terus Menurun
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026 menunjukkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulawesi Tengah pada November 2025 tercatat sebesar 2,89 persen. Angka ini mengalami penurunan tipis 0,03 persen poin dibandingkan posisi Agustus 2025.
Jumlah penduduk yang bekerja di Sulteng pada November 2025 mencapai 1.659,11 ribu orang, meningkat sebanyak 6,26 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi lapangan usaha yang mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja terbesar, yakni bertambah 16,14 ribu orang atau sebesar 0,95 persen poin.
Sebaliknya, sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi dan perawatan mobil serta sepeda motor, mengalami penurunan terbesar. Sektor ini berkurang sebanyak 12,87 ribu orang atau sebesar 0,83 persen poin.
