Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Tulungagung telah rampung, menghasilkan delapan nama kandidat yang akan bersaing memperebutkan posisi Ketua DPC. Mayoritas dari nama-nama tersebut merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tulungagung.
Menariknya, Ketua DPC PKB Tulungagung saat ini, Ahmad Syafii, tidak termasuk dalam daftar kandidat yang diusulkan. Kedelapan nama yang mencuat ini selanjutnya akan mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur, sebelum melanjutkan seleksi di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.
Mekanisme Pembentukan, Bukan Pemilihan
Ketua Pelaksana Muscab DPC PKB Tulungagung, Ali Masrub, menjelaskan bahwa mekanisme yang digunakan dalam proses ini bukanlah sistem pemilihan langsung, melainkan pembentukan. Ini berarti seluruh elemen organisasi memiliki hak untuk mengajukan kandidat.
“Ini bukan pemilihan, tapi pembentukan. Semua pihak bisa mengajukan nama. Dari DPP, DPW, DPC, hingga kemungkinan dari PAC juga dapat mengusulkan,” ujar Ali Masrub, Minggu, 29 Maret 2026.
Daftar Kandidat Ketua dan Dewan Syuro
Adapun nama-nama yang diusulkan untuk menjadi Ketua DPC PKB Tulungagung adalah Abdullah Ali Munib, Choirurrohim, Khamim, Muhlashon, Fuad Ashari, Adib Makarim, Ali Masrup, dan Mulyono.
Selain itu, DPC PKB Tulungagung juga mengusulkan calon Dewan Syuro, meliputi KH Abu Said, H Kirom, KH Abdul Hakim, KH Fatah, KH Nasihudin Alwi, H. Mashud, Gus Fahmi Arafat, Nihaya, dan Ning Eva Uqoili. Ali Masrub menambahkan, “Daftar tersebut masih berpotensi bertambah.”
Tahapan Seleksi Lanjutan
Ali Masrub melanjutkan, setelah nama-nama calon diumumkan, proses akan dilanjutkan dengan tahapan fit and proper test yang akan digelar di Jakarta. Para kandidat juga akan mengikuti UKK yang digelar oleh DPW Jawa Timur. Mereka yang lolos dari tahapan ini akan melanjutkan seleksi di DPP PKB.
“Dari beberapa nama itu nanti akan dipilih satu orang untuk menjadi ketua. Jadi hanya ketua saja, tidak termasuk sekretaris atau bendahara,” jelasnya.
Pengumuman hasil akhir rencananya akan dilakukan secara daring melalui platform Zoom dari Jakarta, yang akan diikuti oleh seluruh peserta secara nasional. “Dengan mekanisme yang terbuka dan melibatkan berbagai tingkatan organisasi, diharapkan proses ini dapat menghasilkan sosok pemimpin yang kompeten dan mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik,” pungkas Ali Masrub.
