SAMARINDA, kilatnews.co – Persita Tangerang harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas Borneo FC pada pekan ke-31 BRI Super League 2025/26. Berlaga di Stadion Segiri, Samarinda, Selasa (5/5/2026), skuad berjuluk Pendekar Cisadane itu menyerah dengan skor 0-2 dari tim tuan rumah.

Dua gol Borneo FC yang bersarang di gawang Persita yang dijaga Igor Rodrigues dicetak oleh Mariano Peralta pada menit ke-37 dan Muhammad Sihran di menit ke-88. Kekalahan ini membuat Persita gagal mendulang poin penuh dari laga tandang ke Samarinda.

Kesulitan Bermain dengan Sembilan Pemain

Persita Tangerang menghadapi tantangan berat setelah harus bermain dengan sembilan orang di lapangan. Situasi ini bermula ketika Rayco Rodriguez diganjar kartu merah pada menit ke-58, memaksa tim asuhan Carlos Pena bermain dengan sepuluh pemain.

Tak lama berselang, kondisi semakin sulit bagi Pendekar Cisadane. Gelandang andalan mereka, Eber Bessa, tidak dapat melanjutkan pertandingan karena mengalami cedera. Kehilangan dua pemain kunci ini secara signifikan memengaruhi kemampuan Persita untuk mengembangkan permainan dan memberikan perlawanan.

Evaluasi Pelatih Carlos Pena

Pelatih Persita, Carlos Pena, mengungkapkan faktor-faktor yang menjadi biang kerok kekalahan timnya. Ia mengakui bahwa timnya sempat mengontrol jalannya pertandingan di babak pertama sebelum insiden kartu merah dan cedera terjadi.

“Kami bisa mengontrol permainan di babak pertama. Namun, setelah kami buat kesalahan dan kebobolan menjadi sulit,” ujar juru taktik kelahiran 28 Juli 1983 itu.

Pena menambahkan, “Apalagi, kartu merah Rayco dan cedera Eber Bessa membuat kami sulit.” Pernyataan ini menegaskan bahwa insiden di lapangan menjadi titik balik yang membuat Persita kesulitan untuk bangkit dan mengejar ketertinggalan.