Ramadan 1447 Hijriah tahun ini membawa nuansa berbeda dan lebih istimewa bagi pendakwah Umi Pipik. Untuk pertama kalinya, ia menyambut bulan suci dengan kehadiran cucu pertamanya, buah hati dari putrinya, Adiba Khanza, dan menantunya, Egy Maulana Vikri.
Kehadiran anggota keluarga baru ini membuat suasana rumah Umi Pipik terasa lebih ramai dan penuh kebahagiaan. “Makin spesial, makin ramai,” ungkap Umi Pipik saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Meski demikian, Umi Pipik menuturkan bahwa persiapannya menyambut Ramadan tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental dan hati dalam menjalani ibadah puasa.
“Alhamdulillah, persiapannya ya mungkin sama kayak yang lain-lain ya, nyiapin mentallah. Ya kan? Biar gimana nyambut Ramadan tuh kan harus bahagia. Seorang muslim kalau enggak bahagia nyambut Ramadan harus ditanyakan hatinya,” jelas Umi Pipik. Baginya, kebahagiaan adalah kunci utama untuk menjalani ibadah puasa dengan maksimal, menjadikan Ramadan sebagai momen istimewa yang patut disyukuri.
Tahun ini, kehadiran sang cucu memang membawa warna baru yang signifikan dalam keluarganya. Suasana rumah terasa lebih hangat dan hidup dibandingkan Ramadan sebelumnya, menambah semangat dalam beribadah dan berkumpul.
Sebagai seorang pendakwah, jadwal ceramah Umi Pipik tetap padat sepanjang bulan suci. Namun, ia memastikan untuk selalu mengatur waktu agar bisa pulang lebih awal menjelang waktu berbuka puasa.
“Kerjaan tetap ada, tapi mungkin pagi ya. Kalau sore harus balik ke rumah, biasa buka sama anak-anak. Apalagi sekarang ada cucu, jadi harus (pulang),” ujarnya sambil tersenyum, menunjukkan prioritasnya terhadap keluarga.
Tradisi berbuka puasa bersama keluarga menjadi hal yang tak pernah ia tinggalkan. Menurut Umi Pipik, momen Ramadan sore hari harus dihabiskan di rumah untuk memasak dan berkumpul dengan anak-anak.
“Sama anak-anak. Itu dari tahun ke tahun harus buka sama anak-anak. Soalnya kan pasti kepikiran ya, ‘Aduh nanti anak saya makannya apa? Siapa yang masakin? Entar bukanya…’. Aduh udah pokoknya Ramadan sore tuh udah harus di rumah, masak buat anak-anak,” cerita Umi Pipik, menggambarkan betapa pentingnya kebersamaan di bulan Ramadan bagi dirinya.
