Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menjalin kolaborasi strategis dengan komunitas Hannah Asa Indonesia. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui program edukasi yang berfokus pada praktik nyata.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Datokarama Palu, Sagir, di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (5/4/2026), menegaskan pentingnya peran akademisi sebagai teladan dalam pengelolaan keuangan. “Dosen harus menjadi role model, bukan hanya dalam akademik, tetapi juga dalam pengelolaan keuangan. Apa yang diajarkan harus bisa dipraktikkan,” ujarnya.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui penyelenggaraan pelatihan Associate Wealth Planner (AWP) Syariah. Pelatihan ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di lingkungan kampus UIN Datokarama Palu. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman serta kemampuan pengelolaan keuangan, tidak hanya secara teoretis, tetapi juga dalam aplikasi sehari-hari, khususnya bagi tenaga kependidikan.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibekali berbagai materi penting. Materi tersebut meliputi perencanaan keuangan syariah, manajemen utang dan zakat, perencanaan tujuan hidup seperti haji, pendidikan, dan pensiun, simulasi keuangan berbasis aplikasi digital, serta literasi pasar modal.
Sementara itu, Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, menjelaskan bahwa literasi keuangan di Indonesia perlu ditingkatkan hingga pada tahap implementasi. Ia menyoroti data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS).
Survei tersebut menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 66,46 persen, sementara indeks inklusi keuangan berada di angka 80,51 persen. Menurut Mardiyah, keberhasilan peningkatan inklusi keuangan harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan secara tepat. “Literasi tidak cukup berhenti di pengetahuan, tetapi harus menjadi sistem dan perilaku,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mardiyah juga memaparkan data literasi keuangan syariah yang tercatat sebesar 43,42 persen, dengan inklusi keuangan syariah masih di angka 13,41 persen. Angka ini, menurutnya, mengindikasikan potensi pengembangan ekonomi syariah yang masih sangat luas di Indonesia.
Melalui kolaborasi ini, Mardiyah berharap pihaknya dan UIN Datokarama Palu dapat mendorong peningkatan literasi keuangan yang lebih aplikatif. Selain itu, kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat edukasi dan transformasi perilaku finansial di tengah masyarakat.
