Nama Andhika Sudarman, pendiri program SejutaCita Future Leaders (SFL), kini menjadi sorotan publik. Ia diduga kuat melakukan pelecehan hingga kekerasan seksual terhadap sejumlah peserta program tersebut. Pengakuan para peserta yang dibagikan melalui media sosial telah memicu reaksi luas, mendorong Andhika untuk angkat suara.

Sebagai informasi, SejutaCita Future Leaders (SFL) merupakan sebuah program pengembangan diri yang ditujukan bagi pelajar dan mahasiswa. Namun, program yang seharusnya menjadi wadah positif ini justru diwarnai berbagai kejanggalan dan tudingan serius.

Kejanggalan dalam Penyelenggaraan Program SFL

Melalui unggahan di akun media sosial @matchagreen1001, para peserta membeberkan pengalaman mereka saat mengikuti student trip SFL ke Beijing dan Shanghai. Sejumlah kejanggalan terungkap sejak tahap seleksi hingga pelaksanaan program.

  • Pada tahap seleksi, peserta diwajibkan membayar biaya sebesar Rp99.000 per cabang seleksi. Dari seluruh peserta, hanya tiga orang yang berhasil memperoleh status fully funded atau beasiswa penuh, sementara sisanya menerima beasiswa separuh atau harus membiayai secara mandiri.
  • Setelah dinyatakan lolos, peserta diminta mengikuti sesi Zoom dan mengisi formulir konfirmasi. Namun, muncul klaim bahwa proses konfirmasi pembayaran tidak diproses sesuai janji 1×24 jam, sehingga peserta harus melakukan follow up berulang kali.
  • Saat program berjalan, peserta dibagi ke beberapa divisi seperti Travel & Itinerary, Perlengkapan, serta Bonding & Dokumentasi. Ironisnya, sejumlah peserta mengaku tetap diminta untuk menyusun sendiri itinerary perjalanan luar negeri tersebut.
  • Keluhan lain juga mencuat terkait pembatalan kunjungan ke salah satu universitas ternama yang sebelumnya telah dijanjikan akan dikunjungi.
  • Kejanggalan lain yang disorot meliputi pembagian penerbangan menjadi dua kelompok, kondisi hotel di Beijing yang dinilai kurang memadai, hingga konsumsi yang dianggap tidak jelas. Padahal, dalam surat komitmen tertulis adanya anggaran tiga kali makan per hari.
  • Selain itu, perjalanan menggunakan kereta cepat dari Beijing ke Shanghai juga menjadi masalah. Perubahan tiket yang tiba-tiba membuat peserta harus berdiri sekitar empat jam selama perjalanan.

Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual dalam Sesi Mentoring

Masalah paling serius yang mencuat adalah dugaan pelecehan seksual yang terjadi selama sesi mentoring. Sesi ini dipandu langsung oleh Andhika Sudarman, pendiri SFL.

Sejumlah peserta mengaku menerima komentar yang dinilai tidak pantas dari Andhika. Komentar tersebut bervariasi, mulai dari pembahasan fisik, pilihan berpakaian, relasi romantis, hingga candaan yang berbau seksual. Sesi mentoring ini disebut berlangsung hingga larut malam dan dianggap tidak sesuai dengan tujuan pengembangan akademik maupun karier yang diharapkan di awal pendaftaran.

Para peserta menyampaikan kekecewaan mendalam. Program yang awalnya diharapkan menjadi wadah pengembangan kepemimpinan dan wawasan global, justru meninggalkan pengalaman yang dinilai tidak profesional dan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi mereka.

sumber gambar: gesit.id