Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan kesiapan untuk melanjutkan pembangunan Kawasan Pangan Nusantara (KPN) di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala. Kesiapan ini ditegaskan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dalam rapat terbatas yang berlangsung di ruang kerjanya di Palu, Jumat (8/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya KPN Talaga sebagai program pangan yang strategis dan menjadi prioritas nasional. Ia berharap pembangunan kembali KPN ini dapat memperkokoh kemandirian pangan daerah, memberdayakan serta meningkatkan ekonomi petani, sekaligus mendorong industrialisasi di pedesaan.

Rapat terbatas itu turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulteng Reny A Lamadjido, Sekdaprov Sulteng Novalina, Kepala Inspektorat, Kepala Brida, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Bappeda, serta M. Ridha Saleh yang diundang secara khusus untuk menjelaskan mengenai KPN.

Pertemuan tersebut juga mendengarkan perkembangan terakhir dan langkah-langkah yang akan diambil untuk menindaklanjuti kegiatan di KPN Talaga, pasca diresmikan oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dua tahun lalu.

Perizinan dan Infrastruktur KPN Talaga Sudah Lengkap

M. Ridha Saleh, yang juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, menjelaskan bahwa perizinan KPN Talaga sudah lengkap. Selain itu, infrastruktur pendukung seperti jalan dan air juga sudah tersedia di kawasan tersebut.

“Sudah ada 200 hektare yang telah dibersihkan, namun pengelolaannya belum maksimal. Walaupun demikian, para petani di sekitar KPN tetap beraktivitas,” kata M. Ridha Saleh.

Pesan Wakil Presiden Ma’ruf Amin Saat Peresmian

Saat meresmikan KPN Talaga pada Rabu (4/10/2023), Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menekankan agar kehadiran KPN mampu meningkatkan ekonomi masyarakat dan kelestarian ekologi. Pada kawasan seluas 1.123 hektare itu, Ma’ruf melihat banyak potensi yang dapat dihasilkan.

“Hadirnya Kawasan Pangan Nusantara harus mampu meningkatkan ekonomi masyarakat, melalui penguatan sentra produksi pangan serta kapasitas dan kapabilitas sektor pangan, mendekatkan akses modal, meningkatkan daya saing produk lokal dan kelembagaan. Tanpa meninggalkan semangat untuk menjaga kelestarian ekologi,” harap Wakil Presiden saat itu.