BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) memperkuat upaya mitigasi bencana melalui kolaborasi strategis dengan lembaga riset dari Jepang, Tim Riset Chiba Institute of Science (CIS) Jepang. Kerja sama ini juga melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Brida Jatim, fokus pada pemanfaatan teknologi drone.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menyatakan ketertarikan tim Jepang terhadap potensi mitigasi bencana di wilayahnya. “Mereka tertarik untuk melakukan kolaborasi pemanfaatan drone untuk kegiatan mitigasi bencana di Jatim,” kata Gatot di Surabaya, Kamis (22/1).
Tim Riset CIS Jepang yang hadir meliputi Dr Hitoshi Igharasi, Dr Masato Ebine, dan Shuri Nemoto. Turut serta dalam rombongan adalah Kenji Koseki dan Uda Markoto dari Trajectory, sebuah perusahaan IT asal Jepang.
Dalam kunjungan tersebut, Gatot Soebroto bersama jajaran pejabat eselon 3 BPBD Jatim menyambut langsung delegasi Jepang. Mereka diperkenalkan pada penggunaan drone dan mikro tremor yang biasa dimanfaatkan untuk survei gerakan tanah di berbagai daerah. Selain itu, tim juga dikenalkan pada cara kerja dan teknologi pemantauan potensi bencana yang terintegrasi di ruang Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dan mobil BPBD One.
Rombongan juga berkesempatan melihat Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) serta berbagai wahana edukasi di Taman Edukasi Bencana, termasuk simulator gempa dan Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina).
Dr Hitoshi Igharasi dari CIS Jepang menyampaikan apresiasinya terhadap program edukasi bencana, peralatan, dan kecanggihan teknologi yang dimiliki BPBD Jatim. Baginya, “upaya edukasi bencana yang diberikan kepada masyarakat dan peralatan yang dimiliki BPBD Jatim sangat luar biasa.”
Senada, Kepala Pusat Riset Kebijakan Publik BRIN, Yanuar Farida Wismayanti, turut mengapresiasi sambutan dan pembelajaran kebencanaan yang diselenggarakan di BPBD Jatim. Rencananya, BRIN bersama Tim CIS Jepang, Universitas Budi Luhur, dan Pemerintah Provinsi Jatim akan melaksanakan riset kolaborasi jalur drone untuk mitigasi bencana di wilayah Cangar Pacet, Kabupaten Mojokerto, serta kawasan Tahura R. Soerjo.
“Saya kira dari kunjungan di BPBD Jatim ini banyak hal yang kita dapatkan. Selain memiliki Command Center yang canggih, pembelajaran kebencanaan juga sangat bagus. Ada simulator gempa dan tenda pendidikan bencana. Luar biasa, sukses terus BPBD Jatim,” ujar Yanuar.
Menanggapi rencana riset kolaborasi tersebut, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menyampaikan terima kasih. Ia berharap, inisiatif ini dapat berkontribusi signifikan dalam upaya pengurangan risiko bencana di Jawa Timur, khususnya di kawasan yang berpotensi longsor dan kebakaran hutan serta lahan (Karhutla) di wilayah Tahura R. Soerjo. “Kita berharap, ke depan, semua ini bisa menjadi bagian dari upaya pengurangan risiko bencana di Jatim,” pungkas Gatot.
