Cimahi, Sabtu (30/5/2026) – Konsep pendidikan unggulan “Sekolah Maung” yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berhasil memicu lonjakan drastis jumlah pendaftar pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Cimahi. Dua institusi pendidikan yang ditunjuk sebagai pelaksana program ini, SMKN 1 Cimahi dan SMAN 3 Cimahi, kini menghadapi tantangan besar dalam memproses ribuan berkas calon siswa yang memperebutkan kuota terbatas.

Hingga Jumat (29/5), panitia SPMB di SMKN 1 Cimahi mencatat 1.239 pendaftar, jauh melampaui 672 kursi yang tersedia di berbagai jurusan. Situasi serupa terjadi di SMAN 3 Cimahi, di mana 606 calon siswa bersaing untuk 384 kursi. Ketua Panitia SPMB SMKN 1 Cimahi, Erwin, memprediksi angka pendaftar akan terus bertambah hingga penutupan pendaftaran pada pukul 21.00 WIB malam ini.

Persaingan Ketat di SMKN 1 Cimahi

SMKN 1 Cimahi menerapkan kebijakan khusus pada SPMB tahun ini dengan hanya membuka jalur prestasi akademik (rapor), kompetensi non-akademik, serta akademik kejuaraan. Jalur afirmasi, zonasi, dan Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) yang sebelumnya ada, kini ditiadakan.

  • Total Pendaftar: 1.239 calon siswa
  • Kuota Tersedia: 672 kursi
  • Jalur Akademik (Rapor): 1.118 pendaftar
  • Jalur Kompetensi Non-Akademik: 240 pendaftar
  • Jalur Potensi Akademik IQ: 1 pendaftar

“Saat ini kami fokus pada tahap verifikasi. Proses ini membutuhkan ketelitian karena satu pendaftar memerlukan waktu sekitar 10 menit untuk mencocokkan dokumen unggahan dengan berkas asli,” ujar Erwin. Ia juga mengimbau para orang tua siswa untuk bersabar selama proses validasi berlangsung.

Standar Tinggi di SMAN 3 Cimahi

Sebagai bagian dari proyek Sekolah Maung, SMAN 3 Cimahi juga menetapkan standar masuk yang ketat. Kepala SMAN 3 Cimahi, Endi Diana Ruskandi, menjelaskan bahwa calon siswa jalur akademik wajib memiliki rata-rata nilai rapor minimal 85 dan harus mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA).

“Untuk jalur prestasi non-akademik, syarat nilai rapor minimal adalah 80. Selain itu, calon siswa harus menyertakan bukti prestasi tingkat provinsi atau sertifikat nasional, baik di bidang olahraga, seni, maupun keagamaan,” jelas Endi.

Tingginya minat masyarakat terhadap Sekolah Maung mencerminkan ekspektasi besar terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan melalui gagasan Gubernur Dedi Mulyadi. Namun, ketatnya persaingan dan penghapusan jalur zonasi di tingkat SMK menjadi catatan tersendiri bagi peta persaingan pendidikan di Kota Cimahi pada tahun ini.