Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah, menegaskan bahwa program Palu Mapan (mandiri, adaptif dan stabilitas pangan) merupakan inovasi daerah yang dirancang untuk mengendalikan inflasi.

Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhiddin, menyatakan hal tersebut saat memimpin pertemuan tingkat tinggi bersama pemangku kepentingan membahas pengendalian inflasi di Kota Palu pada Rabu, 29 April 2026.

Palu Mapan: Strategi Penguatan Pangan dan Digitalisasi Ekonomi

Imelda Liliana Muhiddin menjelaskan, program Palu Mapan dirumuskan sebagai langkah strategis dalam pengendalian inflasi daerah. “Program Palu Mapan dirumuskan sebagai langkah strategis dalam pengendalian inflasi daerah, difokuskan pada penguatan sektor pangan dan optimalisasi sistem distribusi serta digitalisasi ekonomi,” ujarnya.

Inovasi ini berfokus pada peningkatan produksi pangan lokal. Caranya melalui gerakan tanam komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, dan aneka hortikultura lainnya. Selain itu, program ini juga mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan melalui urban farming serta pengembangan hidroponik di seluruh wilayah Kota Palu.

Langkah-langkah tersebut bertujuan untuk menyiapkan pasokan kebutuhan rumah tangga. Dengan demikian, masyarakat memiliki penyangga pasokan bila sewaktu-waktu terjadi gejolak harga. Program ini juga diharapkan dapat menghemat anggaran belanja rumah tangga, sehingga dana bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain.

Pendekatan 4K dan Digitalisasi Transaksi

Di sisi lain, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palu menerapkan pendekatan 4K. Pendekatan ini meliputi menjaga keterjangkauan harga, memastikan ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, serta memperkuat komunikasi efektif kepada masyarakat.

TPID juga didorong untuk mempercepat digitalisasi transaksi. Salah satu implementasinya adalah melalui penggunaan QRIS Tap di sektor pasar dan transportasi publik. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transaksi non-tunai, memperluas kanal pembayaran digital, dan mengoptimalkan penerimaan retribusi daerah.

Rekomendasi dan Komitmen Bersama

Dari hasil pertemuan tersebut, Pemkot Palu merekomendasikan TPID untuk melakukan penguatan pemantauan harga dan pasokan pangan secara berkala. Selain itu, peningkatan kerja sama antardaerah dalam pemenuhan kebutuhan pangan serta pelaksanaan intervensi pasar apabila terjadi gejolak harga juga menjadi fokus.

Liliana menekankan pentingnya komitmen dari semua pihak. “Kami ingin semua pihak berkomitmen melaksanakan langkah-langkah strategis yang telah dirumuskan, sehingga inflasi daerah tetap terkendali, sistem pangan semakin kuat, maupun transformasi ekonomi digital di Kota Palu dapat berjalan optimal,” tutupnya.