Pengurus Besar (PB) Alkhairaat mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kota (Pemkot) Palu dalam mendukung penyelenggaraan Festival Raudhah SIS Aljufri. Dukungan ini telah berlangsung selama 16 tahun, menunjukkan komitmen kuat Pemkot Palu terhadap pelestarian nilai-nilai dan pengembangan potensi masyarakat.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB Alkhairaat, Jamaluddin Mariadjang, menyatakan bahwa dukungan Pemkot Palu tidak hanya bersifat pasif, melainkan proaktif. “Dari tahun ke tahun, Pemerintah Kota Palu terus memberikan dukungan dan bahkan berinisiatif dalam penyelenggaraan festival ini,” kata Jamaluddin di Palu, Selasa (31/3/2026).

Jamaluddin menekankan pentingnya peran festival ini sebagai wadah bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas mereka, baik di bidang ekonomi maupun seni budaya. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat melahirkan banyak prestasi di masa depan. “Generasi yang memiliki kreativitas di bidang ekonomi dan seni budaya telah ditampilkan dalam festival ini. Kita berharap ke depan akan lahir banyak prestasi dari kegiatan seperti ini,” harapnya.

Festival Raudhah SIS Aljufri tahun ini mengusung tema “Spirit dan Energi Membangun Akhlak Bangsa” dan berlangsung selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Maret 2026. Acara ini merupakan bagian integral dari rangkaian peringatan Haul ke-58 Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri, yang lebih dikenal sebagai Guru Tua.

Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana, menegaskan bahwa Festival Raudhah bukan sekadar seremoni. Menurutnya, kegiatan ini adalah momentum krusial untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan perjuangan Guru Tua dalam menyebarkan dakwah Islam, pendidikan, serta nilai-nilai keilmuan dan akhlak mulia.

Imelda menambahkan, Guru Tua merupakan ulama besar yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi perkembangan pendidikan Islam, khususnya di kawasan Indonesia Timur. “Melalui Alkhairaat, beliau telah mencetak generasi-generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman dan akhlak,” ujarnya.

Melalui Festival Raudhah ini, Imelda berharap nilai-nilai perjuangan Guru Tua dapat terus diwariskan kepada generasi muda. Tujuannya adalah untuk melahirkan penerus bangsa yang berintegritas, berilmu, dan berakhlak mulia.