Pemerintah Kota Palu menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat toleransi dan menjaga kerukunan antarumat beragama. Seruan ini disampaikan dalam kegiatan dialog bersama yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Palu dan Badan Musyawarah Antar Gereja Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (BAMAG LKKI) di Palu, Senin (18/5/2026).
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu, Abidin, menegaskan pentingnya upaya tersebut guna menciptakan kehidupan yang harmonis dan kondusif di ibu kota Sulawesi Tengah. “Sebagai rumah bersama, Kota Palu bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga tempat membangun harapan, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan nilai toleransi dan saling menghormati,” ujar Abidin saat menghadiri dialog tersebut.
Ia memberikan apresiasi kepada FKUB dan BAMAG LKKI Kota Palu atas inisiatif dialog ini serta peran aktif mereka dalam menjaga komunikasi lintas agama dan mempererat persaudaraan di masyarakat. Kegiatan yang mengusung tema “Kota Palu Rumah Kita, Tanggung Jawab Kita” ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, dan elemen masyarakat lainnya.
Abidin menjelaskan bahwa tema tersebut sangat relevan mengingat Kota Palu adalah rumah bagi masyarakat dengan beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang yang hidup dalam semangat persaudaraan. Ia menekankan bahwa menjaga kedamaian dan keharmonisan daerah merupakan tanggung jawab kolektif, bukan hanya pemerintah.
Menurut Abidin, tantangan kehidupan sosial saat ini semakin kompleks, terutama dengan derasnya arus informasi di media sosial yang seringkali memicu provokasi, ujaran kebencian, dan upaya memecah belah persatuan. “Karena itu, forum dialog seperti ini sangat penting untuk memperkuat pemahaman, mempererat silaturahmi, serta membangun komitmen bersama dalam menjaga kondusivitas daerah,” katanya.
Pemerintah Kota Palu, lanjut Abidin, berkomitmen penuh untuk mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis. Ia beralasan bahwa pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal tanpa adanya stabilitas sosial dan kerukunan antarumat beragama.
Abidin juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun Kota Palu yang lebih maju dan berkelanjutan. “Jangan biarkan perbedaan menjadi sumber perpecahan, tetapi jadikanlah keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun Kota Palu yang lebih maju dan berkelanjutan,” tegasnya. Ia berharap dialog ini dapat menghasilkan gagasan positif yang memperkuat persatuan dan kemajuan daerah. “Mari kita rawat Kota Palu sebagai rumah bersama yang nyaman, damai, dan penuh kasih bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.
