Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengambil langkah proaktif untuk meredam gejolak harga komoditas pangan menjelang Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk menggelar pasar murah dan inspeksi mendadak (sidak) pasar.

Analis Kebijakan Ahli Muda Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkot Kupang, Nina Tiara, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi tim pengendalian inflasi daerah. “Upaya dari pemerintah sendiri melalui tim pengendalian inflasi daerah sudah melakukan berbagai kegiatan seperti pasar murah, sidak pasar untuk menjaga kestabilan harga, terutama kebutuhan pokok masyarakat,” ujar Nina saat Media Visit Pemkot Kupang di Kantor Media Indonesia, Jakarta, pada Jumat (19/12/2025).

Selain pasar murah, Pemkot Kupang juga menyelenggarakan Christmas Market. Acara ini tidak hanya bertujuan untuk stabilisasi harga pangan dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025, tetapi juga untuk memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

“Dan juga dengan Christmas Market ini pemerintah mau memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM lokal), terutama yang menjual barang kebutuhan pokok yang biasanya masyarakat cari pada saat menjelang Nataru,” tambah Nina.

Nina juga mengungkapkan bahwa beberapa komoditas pangan di Kupang mengalami kenaikan harga. Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Jumat (19/12/2025) pukul 16.15 WIB, harga telur ayam ras secara nasional naik 0,37% atau Rp100 dibandingkan hari sebelumnya (18/12), menjadi Rp27.358 per kilogram.

Sementara itu, harga beras medium penggilingan juga tercatat naik 0,32% atau Rp42 dari hari sebelumnya, mencapai Rp13.033 per kilogram secara nasional. Beras premium penggilingan turut mengalami kenaikan tipis sebesar 0,08% atau Rp11, menjadi Rp14.358 per kilogram secara nasional.