Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengambil langkah tegas dengan mengevaluasi sistem keamanan transportasi wisata di kawasan Gunung Bromo. Keputusan ini menyusul insiden kecelakaan tunggal jip wisata yang merenggut dua nyawa pada Jumat (29/5) lalu.
BB TNBTS Koordinasi untuk Evaluasi Keselamatan
Pranata Humas BB TNBTS, Endrip Wahyutama, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk meninjau ulang standar keselamatan transportasi wisata. “BB TNBTS berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengevaluasi keselamatan transportasi wisata,” ujar Endrip di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (30/5).
Fokus evaluasi yang dilakukan BB TNBTS mencakup beberapa aspek krusial. Pertama, pengawasan kelayakan kendaraan untuk memastikan operasional jip wisata sesuai standar keamanan. Kedua, penekanan pada komitmen pelaku wisata terhadap tanggung jawab keselamatan penumpang. Ketiga, penguatan koordinasi dan mekanisme penanganan serta evakuasi darurat di kawasan taman nasional.
Pihak BB TNBTS juga menyatakan dukungan penuh kepada kepolisian dalam mengusut tuntas penyebab insiden tersebut. Langkah investigasi ini diharapkan dapat merumuskan kebijakan perbaikan ke depannya. “Sehingga langkah-langkah perbaikan yang diperlukan dapat dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” tegas Endrip.
Selain upaya teknis dan investigasi, pengelola BB TNBTS turut menyampaikan rasa simpati mendalam kepada para korban dan keluarga yang terdampak. “Terkait kejadian kecelakaan yang terjadi kami menyampaikan duka cita kepada korban dan keluarga terdampak,” tutur Endrip.
Kronologi Kecelakaan Jip Maut di Bromo
Insiden tragis ini terjadi pada Jumat (29/5) di jalur menuju Gunung Bromo, tepatnya di tikungan Letter S, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Jip bernomor polisi BG 1478 EF yang bergerak dari arah utara ke selatan dilaporkan menabrak tebing sebelum akhirnya terguling.
Kepolisian Resor Pasuruan menduga kuat penyebab kecelakaan adalah kegagalan fungsi pengereman. Dalam peristiwa nahas tersebut, dua orang dinyatakan meninggal dunia, yakni pengemudi berinisial MS dan seorang wisatawan berinisial YWA. Sementara itu, tiga penumpang lainnya, yaitu ZH, FR, dan FNN, mengalami luka-luka dan kini mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
