MATARAM – Remitansi atau transfer uang yang dikirimkan oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai Rp221,46 miliar sepanjang tahun 2025. Angka ini tercatat mengalami penurunan tipis sebesar 0,77 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan Tipis Remitansi
Ketua Tim Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Muhammad Ahyar, mengungkapkan bahwa total uang masuk ke NTB dari remitansi selama tahun 2025 adalah Rp221,46 miliar. “NTB menerima uang masuk selama tahun 2025 sebesar Rp221,46 miliar,” kata Ahyar di Mataram, Senin (2/2/2026).
Ahyar merinci, remitansi tersebut disalurkan melalui dua jalur utama: Bank Indonesia sebesar Rp111,84 miliar dan Pos Indonesia sebanyak Rp109,64 miliar.
Jika dibandingkan dengan tahun 2024, remitansi pada 2025 mengalami penurunan sekitar Rp1,71 miliar. “Total remitansi tahun 2024 sebesar Rp223,17 miliar, sedangkan tahun 2025 sebesar Rp221,46 miliar,” papar Ahyar.
Asal dan Tujuan Remitansi Desember 2025
Pada Desember 2025, BPS mencatat remitansi yang masuk melalui Bank Indonesia mencapai Rp6,67 miliar. Negara-negara penyumbang remitansi terbesar adalah:
- Arab Saudi dengan nilai Rp1,89 miliar (28,39 persen)
- Malaysia sebanyak Rp1,80 miliar (27,02 persen)
- Jepang sebanyak Rp549,79 juta (8,24 persen)
Adapun daerah tujuan remitansi di NTB yang dikirimkan melalui Bank Indonesia didominasi oleh Kabupaten Sumbawa (35,87 persen), diikuti Kabupaten Bima (20,63 persen), Kota Mataram (15,37 persen), dan Kabupaten Lombok Tengah (14,61 persen).
Sementara itu, pengiriman remitansi PMI asal NTB melalui Pos Indonesia pada Desember 2025 tercatat sebesar Rp21,47 miliar. Daerah tujuan terbesar adalah Kabupaten Sumbawa (35,33 persen), Kabupaten Lombok Timur (30,89 persen), dan Kabupaten Lombok Barat (9,15 persen).
“Lebih dari 60 persen remitansi yang dikirimkan melalui Pos Indonesia ditujukan kepada Sumbawa dan Lombok Timur,” pungkas Ahyar.
Data Penempatan Pekerja Migran NTB
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Barat mencatat, sepanjang tahun 2025, sebanyak 25.062 warga NTB berangkat menjadi pekerja migran secara legal. Malaysia menjadi negara tujuan utama penempatan para pekerja migran tersebut dengan jumlah 23.685 orang.
Kepala BP3MI NTB, Ponco Indriyo, melaporkan bahwa penempatan juga dilakukan ke Brunei Darussalam (387 orang), Singapura (288 orang), Jepang (286 orang), dan Arab Saudi (135 orang).
Kontribusi terbesar PMI NTB berasal dari Kabupaten Lombok Timur sebanyak 12.029 orang, lalu diikuti oleh Kabupaten Lombok Tengah (7.156 orang), Lombok Barat (4.625 orang), Lombok Utara (702 orang), dan Kota Mataram (637 orang).
