Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengumumkan penemuan sejumlah cagar budaya baru di tiga wilayahnya: Dolo Barat, Kulawi, dan Palolo. Penemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam upaya pelestarian warisan budaya daerah tersebut.
Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menjelaskan bahwa situs-situs cagar budaya tersebut ditemukan di Desa Balumpeva Kecamatan Dolo Barat, Bolapapu Kulawi, dan Desa Tongoa Palolo. Salah satu temuan menarik di Palolo adalah sebuah pohon yang diyakini masyarakat setempat memiliki nilai sejarah dan berkaitan erat dengan tradisi lokal.
“Untuk temuan di Palolo ini sebuah pohon yang diyakini masyarakat setempat memiliki sejarah dan berkaitan dengan tradisi lokal,” kata Rizal saat dihubungi media di Sigi, Jumat (6/3/2026).
Ia mengemukakan, pihaknya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat telah melakukan pendataan situs serta tradisi yang ada di desa-desa di Kabupaten Sigi. Langkah ini merupakan bagian integral dari upaya pelestarian warisan budaya daerah.
“Harapannya melalui pendataan ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam melakukan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan situs serta tradisi budaya yang ada di Sigi sehingga tetap terjaga hingga masa mendatang,” ucapnya.
Rizal menuturkan, cagar budaya di Kabupaten Sigi dapat dikumpulkan dalam satu kawasan khusus. Kawasan ini akan berfungsi sebagai laboratorium, pusat penyimpanan (storage), dan pusat informasi kawasan Megalitik Lore Lindu.
“Tentunya ini bisa menunjang pelestarian budaya di Kabupaten Sigi termasuk menjadi pusat informasi budaya umumnya di Sulteng,” katanya.
Menurutnya, keberadaan laboratorium dan pusat penyimpanan tersebut diharapkan mampu menjadi pusat konservasi, penelitian, serta pengelolaan benda-benda cagar budaya secara profesional dan berstandar nasional.
