Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, melaporkan bahwa jumlah penerima bantuan iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencapai 39.444 jiwa hingga 31 Maret 2026. Data ini tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Sigi.
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menjelaskan, selain dari APBD kabupaten, terdapat pula penerima bantuan iuran dari sumber lain. “Untuk penerima PBI APBD provinsi sebanyak 28.505 jiwa dan PBI APBN mencapai 106.618 jiwa,” kata Rizal saat ditemui di Bora, Selasa (31/3).
Rizal menambahkan, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat miskin melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan sembako. “Total penerima PKH dan sembako mencapai 26.639 kepala keluarga dengan rincian 12.202 KK penerima PKH dan 14.437 KK penerima sembako,” ujarnya.
Secara spesifik, Bupati Sigi juga merinci data penerima bantuan iuran JKN untuk kasus-kasus tertentu. Hingga Maret 2026, tercatat 177 bayi baru lahir menjadi penerima bantuan iuran APBN. Selain itu, 173 orang yang berdomisili di luar Kabupaten Sigi juga masuk dalam daftar penerima PBI APBD. “Semua data yang saya paparkan itu merupakan rekap jumlah bantuan sosial (Bansos) dan PBI dari Dinas Sosial Kabupaten Sigi,” tegasnya.
Angka Kemiskinan di Sigi Menurun
Kepala Dinas Sosial Sigi, Ariyanto, dalam kesempatan terpisah, mengungkapkan adanya penurunan angka kemiskinan di wilayahnya. Menurutnya, persentase masyarakat miskin di Kabupaten Sigi turun menjadi 10,47 persen pada tahun 2025. “Jadi, angka itu turun dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 12,06 persen,” kata Ariyanto.
Ariyanto merinci, jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Sigi saat ini sebanyak 28.604 jiwa. Data ini berdasarkan total jumlah penduduk Sigi pada tahun 2025 yang mencapai 273,2 ribu jiwa.
