Harga ayam potong dan komoditas cabai merah keriting di sejumlah pasar tradisional Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, terpantau melonjak signifikan menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Kenaikan harga ini telah terjadi sejak dua hari terakhir, memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Di Pasar Panorama, Kota Bengkulu, harga ayam potong kini dibanderol Rp45.000 per kilogram. Angka ini naik dari sebelumnya yang berkisar antara Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram.
Sis (42), seorang pedagang ayam potong di Pasar Panorama, mengonfirmasi kenaikan tersebut pada Minggu (15/2). “Harga ayam per kilogramnya dibanderol Rp45 ribu dari sebelumnya Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram,” ujarnya.
Menurut Sis, kenaikan harga ayam terjadi secara bertahap, yakni sebesar Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram. Lonjakan harga ini disebut-sebut akibat pasokan ayam yang berkurang sejak adanya program MBG.
Tak hanya ayam, harga komoditas cabai merah keriting juga mengalami kenaikan drastis. Saat ini, harga cabai mencapai Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram, dari harga sebelumnya Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram.
Din (39), pedagang cabai di Pasar Panorama, menjelaskan bahwa pasokan cabai yang berkurang menjadi pemicu utama kenaikan harga. “Harga cabai selama dua hari terakhir naik sebesar Rp15 ribu per kilogram,” imbuhnya.
Din memprediksi harga akan terus merangkak naik seiring dengan peningkatan permintaan menjelang bulan puasa. Akibat kenaikan ini, para pedagang mengeluhkan sepinya pembeli di pasar.
