Perayaan Hari Raya Paskah 2026 diharapkan menjadi titik tolak bagi setiap individu untuk senantiasa membawa damai dan menegakkan kebenaran dalam setiap aspek kehidupan. Hal ini sebagaimana teladan para saksi kebangkitan Kristus.
Pendeta Resort Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Setia Negara Pematangsiantar, Pdt Nortima Hutasoit, menyampaikan harapan tersebut usai memimpin ibadah perayaan Paskah pada Minggu (5/4/2026). “Kita dipanggil untuk bergerak dan bekerja keras untuk membawa sukacita itu bagi semua orang melalui perbuatan baik kita, membawa damai dan menegakkan kebenaran dalam semua kehidupan,” ujar Pdt Nortima kepada Media Indonesia.
Makna Kebangkitan dan Tantangan Zaman
Pdt Nortima menegaskan bahwa Paskah adalah bukti nyata kebangkitan Kristus. “Ia menampakkan diri kepada perempuan, muridnya, orang banyak. Maka jangan ragu saksikanlah bahwa Yesus benar bangkit,” tandasnya.
Ia juga mengajak jemaat untuk berdiri teguh dalam iman di tengah berbagai tantangan zaman. “Berdirilah teguh dalam imanmu jangan mudah goyah, tantangan akan selalu ada, kemajuan zaman, kecanggihan teknologi bisa menyesatkan tapi Paskah hari ini menyuarakan tetaplah teguh berdiri di dalam Injil Kristus,” tambahnya.
Sementara itu, Pdt Saut Manurung menambahkan bahwa seiring perkembangan zaman, perayaan Paskah kini sering diasosiasikan dengan telur Paskah. Menurutnya, telur Paskah secara makna menjelaskan adanya kehidupan di balik telur, yang menetas dan melahirkan kehidupan baru.
“Telur memberi makna yang menetaskan kehidupan baru. demikian kebangkitan Yesus Kristus yang menetaskan kehidupan kekal, meretas dari kematian kepada kehidupan. Mengimani hal demikian cukup bagus juga yang penting tidak mereduksi makna kebangkitan Yesus Kristus yang telah mengalahkan maut,” jelas Pdt Saut.
