Sebuah mobil minibus jenis Mitsubishi Expander ringsek parah setelah tertabrak Kereta Api Majapahit di sebuah perlintasan tanpa palang pintu di Kelurahan Klemunan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, pada Selasa (7/4/2026) pagi. Beruntung, pengemudi dan seorang penumpang mobil tersebut berhasil selamat dari insiden nahas itu, meskipun mengalami luka ringan.
Pengemudi mobil berinisial WP (35) dan seorang penumpangnya segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Keduanya dilaporkan hanya mengalami luka ringan, termasuk luka memar hingga robek pada bagian telinga akibat guncangan keras saat benturan. Sementara itu, bagian belakang mobil Expander tersebut mengalami kerusakan cukup parah.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Blitar, AKP Galih Yasir Mubaroq, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi saat mobil melaju dari arah selatan menuju utara. Pada saat bersamaan, Kereta Api Majapahit melintas dari arah Stasiun Blitar menuju Malang. “Sebenarnya mobil ini sudah hampir berhasil melewati perlintasan namun bagian belakang tertemper kereta,” ujar AKP Galih, Rabu (8/4/2026).
Menurut hasil pemeriksaan, korban mengaku tidak menyadari adanya kereta yang melaju saat mobil yang dikemudikannya memasuki area perlintasan rel kereta api. Padahal, perlintasan tersebut berada di jalur kereta api yang membentang lurus, bukan di tikungan. “Seharusnya pengemudi bisa melihat dengan mudah adanya kereta yang hendak melintas,” terang AKP Galih.
Perlintasan sebidang lokasi kejadian diketahui tidak memiliki palang pintu dan tidak dijaga oleh relawan. Kondisi ini menambah risiko kecelakaan jika pengguna jalan tidak ekstra hati-hati. Menanggapi insiden ini, AKP Galih mengimbau seluruh pengguna kendaraan untuk selalu waspada dan berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api tanpa penjaga.
“Keselamatan diri sendiri dan orang lain harus menjadi prioritas. Keluarga menunggu di rumah,” pungkas AKP Galih, mengingatkan pentingnya kehati-hatian demi keselamatan bersama.
