Di tengah gempuran kuliner modern yang kian beragam, panganan tradisional seperti lamang tetap memegang tempat istimewa di hati masyarakat, khususnya saat bulan suci Ramadan. Kehadirannya selalu dinanti sebagai takjil atau hidangan berbuka puasa, membawa nuansa nostalgia dan kelezatan rasa yang khas.
Pasar Wadai, Jantung Kuliner Ramadan Banjar
Setiap Ramadan tiba, “Pasar Wadai” atau RAMADHAN Cake Fair kembali digelar di berbagai sudut Kalimantan Selatan. Event ini menjadi surga bagi para pencinta kuliner, menyajikan beragam hidangan mulai dari lauk-pauk, aneka kue, minuman, hingga jajanan pasar. Pasar Wadai dapat dijumpai di banyak lokasi, mulai dari kawasan kuliner yang diakomodir pemerintah daerah hingga lapak pedagang musiman di pinggir jalan protokol dan permukiman penduduk.
Aneka kuliner tradisional khas Banjar turut meramaikan Pasar Wadai, di antaranya amparan tatak pisang, sari muka lakatan, sari muka hijau, sari pengantin, putri selat, lapis india, lapis hula hula, kue lam, nangka susun, pisang sagu, keraraban, dan tentu saja wadai bingka. Meskipun banyak kuliner modern bermunculan, hidangan-hidangan klasik ini tetap diburu masyarakat, baik untuk bernostalgia maupun merasakan cita rasa otentik yang hanya muncul saat Ramadan.
Lamang Kandangan: Kelezatan yang Melegenda
Salah satu panganan tradisional yang paling banyak dicari adalah lamang. Hidangan ini terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan santan dan rempah-rempah, kemudian digulung dengan balutan daun pisang. Proses memasaknya pun unik, yaitu dibakar atau dipanggang dalam ruas bambu, menghasilkan aroma dan tekstur yang khas.
Lamang merupakan hidangan tradisional yang populer di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan. Penganan ini juga kerap disajikan pada acara-acara besar seperti aruh bagi masyarakat Dayak atau kenduri/selamatan bagi masyarakat Melayu Banjar, bersama jajanan lainnya yang dikenal sebagai wadai 40 jenis.
Di antara berbagai jenis lamang, lamang yang berasal dari Kota Kandangan, Hulu Sungai Selatan, dikenal sangat populer. Daerah ini juga terkenal dengan kuliner khas lainnya, yaitu ketupat Kandangan.
Kisah Iwan, Penjual Lamang Musiman di Banjarbaru
Di Kota Banjarbaru, tepatnya di Jalan Panglima Batur, sebuah stan sederhana menjadi tujuan para pemburu lamang Kandangan. Iwan (40), sang penjual, mengaku sengaja berjualan lamang hanya saat momen Ramadan tiba. “Lamangnya dibuat di Kandangan, dibawa ke sini pakai mobil. Di Banjarbaru kita jualan setahun sekali aja tiap Ramadan dan alhamdulillah lumayan laku,” ujar Iwan, Kamis (12/3/2026).
Iwan menjelaskan, keunikan lamang khas Kandangan terletak pada bahan dasarnya yang berupa beras ketan, rempah, dan santan, yang kemudian dimasak dalam bambu muda. Proses ini menghasilkan tekstur lamang yang gurih dan lembut. Lamang Kandangan disajikan dengan sambal kacang tanah dan telur asin (hintalu jaruk), menciptakan perpaduan rasa gurih, sedikit manis, dan wangi khas yang menggoda selera.
“Kalau lamang khas kandangan itu harus dimakan pakai telur asin, bumbu kacang tanah atau sambal sate,” ungkap Iwan, menegaskan cara terbaik menikmati hidangan tersebut. Setiap hari, Iwan membawa sekitar 20 bambu berisi lamang untuk dijual. Lamang dijual mulai harga Rp20 ribu per potong, telur asin Rp6 ribu, sementara bumbu kacang dan sambal kacang dibanderol dari harga Rp5 ribu hingga Rp10 ribu.
Nostalgia dan Kelezatan yang Dicari
Lina (28), seorang warga Kota Banjarbaru, mengaku dirinya dan keluarga sangat menyukai lamang karena rasanya yang gurih. Ia menambahkan bahwa di hari biasa, penjual lamang sulit ditemui. “Kami suka mencari makanan tradisional untuk berbuka termasuk lamang. Apalagi banyak makanan tradisional hanya ada saat Ramadhan seperti sekarang ini,” ungkap Lina, menjelaskan alasan di balik perburuannya terhadap kuliner tradisional.
Kehadiran lamang dan aneka kuliner tradisional lainnya di Pasar Wadai Ramadan membuktikan bahwa cita rasa warisan leluhur tak pernah lekang oleh waktu. Mereka terus memikat lidah dan hati masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi berbuka puasa yang penuh makna.
