Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur (Kotim) mengeluarkan prakiraan cuaca yang menggembirakan menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Kondisi cuaca di wilayah tersebut dan sekitarnya diprediksi akan relatif kondusif, mendukung kelancaran aktivitas mudik.
Selain itu, kabar baik juga datang bagi para pemudik yang menggunakan jalur laut. Gelombang di Laut Jawa, khususnya di perairan utara Jawa Tengah hingga Kalimantan Tengah, diperkirakan aman untuk aktivitas pelayaran. Prediksi ini mencakup periode H-7 hingga H+7 Lebaran, yang diperkirakan jatuh pada pertengahan April 2026.
Kondisi Cuaca dan Gelombang Laut
Kepala Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur, I Made Sudarma, menjelaskan bahwa secara umum, potensi hujan ringan hingga sedang masih dapat terjadi di beberapa wilayah, terutama pada sore hari. Namun, intensitasnya tidak merata dan tidak berpotensi menimbulkan badai ekstrem yang dapat mengganggu perjalanan.
“Kami memprediksi cuaca selama periode Lebaran 2026 akan relatif kondusif. Meskipun ada potensi hujan, sifatnya lokal dan tidak akan mengganggu secara signifikan. Masyarakat tetap kami imbau untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca mendadak,” ujar Sudarma pada Jumat, 20 Februari 2026.
Untuk kondisi maritim, BMKG Kotim memperkirakan tinggi gelombang di Laut Jawa akan berkisar antara 0.5 hingga 1.25 meter. Kecepatan angin rata-rata diprediksi berada di kisaran 5-15 knot. Kondisi ini dianggap aman bagi kapal-kapal penumpang yang melayani rute mudik, serta bagi aktivitas nelayan.
Imbauan dan Koordinasi Lintas Sektor
BMKG juga mengingatkan para pemudik untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal-kanal resmi BMKG sebelum dan selama perjalanan. Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mengantisipasi potensi gangguan akibat cuaca.
“Meskipun prakiraan menunjukkan kondisi yang baik, kewaspadaan tetap harus diutamakan. Pastikan untuk memeriksa prakiraan cuaca terbaru sebelum berangkat, baik untuk perjalanan darat, laut, maupun udara,” tambah Sudarma.
Secara lebih luas, BMKG pusat juga telah mengeluarkan peringatan dini untuk beberapa wilayah perairan lain di Indonesia, seperti Selat Sunda dan Selat Makassar, yang di beberapa titik mungkin mengalami gelombang lebih tinggi, mencapai 1.5 hingga 2.5 meter. Namun, peringatan tersebut tidak secara spesifik berlaku untuk Laut Jawa yang menjadi fokus utama jalur mudik dari dan menuju Kalimantan.
Pemerintah daerah Kotawaringin Timur bersama Dinas Perhubungan dan Basarnas setempat terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan semua informasi cuaca tersampaikan dengan baik kepada masyarakat dan operator transportasi, demi menjamin keselamatan dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
