Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) kembali mengeluarkan peringatan keras terkait maraknya modus penipuan daring. Kali ini, pengguna platform media sosial X (sebelumnya Twitter) diimbau untuk sangat berhati-hati terhadap jebakan link video viral yang mengklaim menampilkan konten sensitif, khususnya dengan narasi ‘ibu tiri’. Modus ini disinyalir sebagai upaya phishing dan penyebaran malware yang kian canggih.
Peringatan ini muncul setelah adanya peningkatan laporan dari masyarakat mengenai link mencurigakan yang beredar luas di linimasa X. “Kami mendeteksi adanya pola baru dalam penyebaran malware dan pencurian data melalui link video viral. Modus ‘ibu tiri’ ini hanyalah pancingan untuk menarik perhatian korban agar mengklik tautan berbahaya,” ujar Kombes Pol. Irwan Susanto, Kepala Subdirektorat I Dittipidsiber Bareskrim Polri, dalam keterangan persnya pada Selasa (17/3/2026).
Modus Operandi dan Ancaman Pencurian Data
Para pelaku kejahatan siber memanfaatkan rasa penasaran pengguna dengan menyebarkan link yang seolah-olah mengarah ke video kontroversial atau sensasional. Ketika link tersebut diklik, korban tidak akan diarahkan ke video yang dijanjikan. Sebaliknya, mereka akan dibawa ke situs palsu yang menyerupai halaman login X atau platform media sosial lainnya. Di sinilah data pribadi seperti username dan password korban diincar.
Selain itu, beberapa varian modus ini juga mengarahkan korban untuk mengunduh aplikasi berbahaya (APK) yang menyamar sebagai pemutar video atau aplikasi keamanan. “Jika korban menginstal APK tersebut, perangkat mereka akan terinfeksi malware yang dapat mencuri data perbankan, OTP, hingga mengendalikan perangkat dari jarak jauh,” tambah Kombes Irwan. Kerugian finansial dan penyalahgunaan identitas menjadi ancaman nyata bagi para korban.
Langkah Pencegahan dan Imbauan Keamanan
Untuk menghindari menjadi korban, Dittipidsiber Polri mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak mudah tergiur dengan judul-judul provokatif. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain:
- Verifikasi Sumber: Selalu periksa keaslian pengirim atau sumber link sebelum mengkliknya.
- Jangan Klik Sembarangan: Hindari mengklik link yang tidak dikenal, terutama yang disebarkan oleh akun-akun mencurigakan atau anonim.
- Autentikasi Dua Faktor (2FA): Aktifkan fitur 2FA pada semua akun media sosial dan perbankan untuk lapisan keamanan tambahan.
- Perbarui Perangkat Lunak: Pastikan sistem operasi dan aplikasi keamanan di perangkat selalu diperbarui.
- Laporkan: Jika menemukan link atau akun mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwenang atau fitur pelaporan di platform X.
Pihak berwenang juga mengingatkan bahwa kejahatan siber terus berevolusi. Edukasi dan kewaspadaan diri menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan data pribadi di era digital ini. Masyarakat diminta untuk tidak panik namun tetap proaktif dalam melindungi diri dari berbagai ancaman siber.
