Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama masyarakat menggelar perhelatan budaya akbar bertajuk Milangkala Tatar Sunda. Acara yang dimulai pada Sabtu (2/5) malam di Kabupaten Sumedang ini ditandai dengan Kirab Mahkota Binokasih, sebuah tradisi sarat nilai sejarah dan filosofi yang akan menyambangi empat kabupaten.

Setelah pembukaan di Sumedang, Kirab Mahkota Binokasih dijadwalkan melanjutkan perjalanan keesokan harinya di Kawali, Kabupaten Ciamis. Rangkaian kirab kemudian akan berlanjut ke Kampung Naga, Kabupaten Tasikmalaya, dan puncaknya di Kabupaten Cianjur. Tradisi Kirab Mahkota Binokasih ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Jawa Barat di tengah arus perkembangan zaman.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya agenda budaya semata, melainkan juga momentum penting untuk mempererat kebersamaan serta memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada generasi muda.

Dedi Mulyadi secara khusus menyoroti pentingnya simbol budaya. “Sangat penting untuk mengembalikan karisma Mahkota Binokasih sebagai simbol kebesaran budaya Sunda,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi, “Terima kasih kepada Keraton Sumedang Larang dan Pemkab Sumedang juga masyarakatnya yang terus menjaga spirit kebudayaan.”

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menilai bahwa ke depan diperlukan evaluasi dan penataan yang lebih baik terhadap seni-seni daerah agar semakin berkembang dan mampu menjadi kekuatan budaya yang berkelanjutan.

Kabupaten Sumedang dipilih sebagai titik awal Kirab Budaya Tatar Sunda karena secara historis merupakan tempat disimpannya Mahkota Binokasih, yang menjadi simbol penting dalam perjalanan sejarah Sunda. Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi tuntunan yang mengajak masyarakat untuk kembali mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya Sunda sebagai identitas bersama.

Perhelatan ini dimeriahkan oleh peserta dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, yang masing-masing menampilkan berbagai kreasi budaya khas daerahnya. Hal ini menambah semarak acara sekaligus memperlihatkan kekayaan tradisi Tatar Sunda. Kabupaten Sumedang, sebagai tuan rumah pembuka, turut menampilkan kreasi kesenian tari umbul, yang menjadi simbol semangat dan kekayaan budaya lokal yang terus hidup di tengah masyarakatnya.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda merupakan upaya nyata untuk menguatkan kembali identitas kebudayaan Sunda. “Kirab ini memiliki makna untuk mengingatkan kembali jati diri kita sebagai masyarakat Sunda, yang salah satunya tercermin dalam Mahkota Binokasih yang ada di Sumedang,” jelas Dony.

Dony menambahkan, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada pelestarian budaya, tetapi juga mampu menghidupkan kembali kebanggaan terhadap nilai-nilai budaya. Selain itu, kirab ini turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat dan memperkenalkan potensi pariwisata daerah. “Ini bukan hanya soal budaya, tapi juga memberikan dampak ekonomi dan pariwisata bagi Sumedang,” pungkasnya.