Kehadiran Pabrik Ciomy di Desa Mekargalih, Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah menjelma menjadi motor penggerak ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar. Perusahaan ini tidak hanya berfokus pada aktivitas industri, melainkan juga membuka lapangan kerja, menggandeng pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta menjalankan berbagai program sosial yang berdampak langsung bagi warga setempat.
Sejak mulai beroperasi, Pabrik Ciomy aktif menjadi bagian integral dari pergerakan ekonomi di wilayah tersebut. Produk Ciomy, yang dikenal dengan tagline “Teman Traveling Halal”, bahkan telah dipercaya menjadi vendor bagi sejumlah perusahaan nasional terkemuka seperti PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Citilink Indonesia, dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Kepercayaan ini membuktikan bahwa industri yang berkembang di daerah mampu bersaing di tingkat nasional.
Menciptakan Lapangan Kerja dan Ruang Bagi Generasi Muda
Salah satu kontribusi utama pabrik ini adalah penciptaan lapangan kerja yang signifikan bagi warga sekitar. Lebih dari 90 persen tenaga kerja di Pabrik Ciomy berasal dari masyarakat lokal Garut, dengan sekitar 30 persen di antaranya merupakan penduduk Desa Mekargalih dan wilayah sekitarnya.
Selain itu, perusahaan juga memberikan ruang besar bagi generasi muda untuk memulai karier di dunia industri. Lebih dari setengah karyawan berada pada rentang usia 19 hingga 23 tahun, yang sebagian besar merupakan lulusan sekolah dan perguruan tinggi di Garut. Keberadaan pabrik ini dinilai memberikan kesempatan berharga bagi anak muda untuk bekerja tanpa harus meninggalkan daerah asal mereka.
Kolaborasi dengan UMKM dan Komitmen Lingkungan
Dampak ekonomi positif juga dirasakan oleh pelaku UMKM di sekitar kawasan pabrik. Ciomy aktif menggandeng pelaku usaha lokal untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional, termasuk penyediaan makanan bagi karyawan. Program berbagi kue setiap Jumat ke masjid-masjid sekitar juga melibatkan warga yang memiliki usaha rumahan, sekaligus membuka pasar baru bagi usaha kecil dan membantu memperkuat ekonomi rumah tangga masyarakat.
Di sisi lain, perusahaan juga berkomitmen menjaga keberlanjutan lingkungan dalam kegiatan operasionalnya. Pengelolaan limbah dilakukan sesuai standar regulasi lingkungan, serta disertai program penghijauan sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan. Ciomy juga melakukan mitigasi terhadap penggunaan lahan pertanian dengan membeli lahan sawah di lokasi lain sebagai pengganti lahan yang digunakan untuk aktivitas industri. Pengelolaan lahan tersebut melibatkan masyarakat agar tetap mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan pertanian.
Program Tanggung Jawab Sosial dan Visi Kebermanfaatan
Selain aspek ekonomi dan lingkungan, perusahaan juga aktif menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Program tersebut meliputi kegiatan memakmurkan dan membersihkan masjid, pengajian bulanan warga, serta pembagian sembako kepada sekitar 700 kepala keluarga di wilayah sekitar. Perusahaan juga memberikan dukungan bagi kegiatan pesantren serta bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, Ciomy membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas yang dilibatkan dalam kegiatan pemasaran hingga operasional gudang. Dukungan terhadap pembangunan sosial juga dilakukan melalui bantuan fasilitas pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat sekitar pabrik.
Direktur PT Amanah Persada Alam yang menaungi brand Ciomy, Purnama Alam, menegaskan bahwa perusahaan berupaya menjalankan bisnis dengan visi kebermanfaatan bagi masyarakat. “Kami berharap bisnis ini dapat menjadi kendaraan menuju surga. Makanya kami menerapkan nilai-nilai integritas dan kebaikan agar dapat berhasil baik juga. Semua dilakukan dengan kepatuhan dan terus belajar. Jika ada yang belum sesuai, kami selalu terbuka mendengarkan tiap masukan,” ujar Purnama Alam pada Jumat (6/3).
Ia menambahkan, keberhasilan sebuah industri tidak hanya diukur dari jumlah produksi atau ekspansi pasar, tetapi juga dari dampak positif yang dirasakan masyarakat di sekitarnya. “Pada akhirnya, keberhasilan sebuah industri bukan hanya diukur dari angka produksi dan keberhasilan ekspansi produk hingga ke level internasional, tetapi juga seberapa besar manfaat yang dirasakan secara tulus oleh masyarakat di sekitarnya,” tandasnya.
