Ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Timur memadati Tunjungan Electronic Center, Surabaya, pada Selasa (24/2/2026). Mereka berkumpul dalam agenda “Ngabuburit UMKM” yang diinisiasi oleh komunitas Markas UKM untuk membedah strategi peningkatan kapasitas usaha, mulai dari akses permodalan hingga transformasi digital.
Lebih dari 150 pengusaha dari berbagai daerah, termasuk Kediri, hadir dalam kegiatan ini. Fokus utama acara adalah membekali pelaku usaha dengan instrumen praktis agar dapat bertumbuh di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Literasi Keuangan dan Strategi Digitalisasi
Sesi diskusi dibuka oleh Dwi Hardianto dari BFI Finance Surabaya yang mengulas pentingnya literasi keuangan. Menurutnya, pemahaman mendalam tentang keuangan merupakan fondasi krusial sebelum UMKM memutuskan untuk mengambil suntikan modal demi pengembangan bisnis.
Geliat diskusi berlanjut ke ranah digital. Dadang Bagus Setiyobudi dari Fluence.ID bersama Amdex Dwi Satyo Yudho, Pendamping Halal Surabaya, menegaskan bahwa “naik kelas” bagi UMKM bukan sekadar slogan. Hal tersebut harus diwujudkan melalui penguasaan strategi konten kreator untuk pemasaran serta kelengkapan izin usaha sebagai syarat mutlak memasuki pasar modern.
Sinergi Pemangku Kebijakan
Kehadiran anggota DPD/MPR RI, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, memberikan suntikan moral bagi para peserta. Ning Lia menjanjikan langkah konkret untuk menjembatani pelaku usaha dengan pemangku kebijakan terkait.
“UMKM bisa tumbuh lewat berbagai celah, namun intinya adalah penjualan yang konsisten naik. Sinergi itu mutlak. Saya berkomitmen membuka jalur komunikasi dengan dinas terkait agar Markas UKM bisa masuk dalam ekosistem yang lebih luas,” tegas Ning Lia di hadapan peserta.
Ramadan Produktif dan Berbagi
Ketua Markas UKM, Koko Mahargyo, menjelaskan bahwa momentum Ramadan sengaja dipilih untuk mengawinkan sisi spiritual dengan peningkatan kapasitas diri. Ia berharap para anggotanya pulang membawa pengetahuan baru, tidak sekadar perut kenyang setelah berbuka.
“Kami mengajak kawan-kawan mengisi waktu dengan hal produktif. Selain belajar dari para mentor, ada semangat berbagi lewat donasi dan tebar takjil. Kami ingin keberkahan bulan ini juga berdampak pada peningkatan insight bisnis mereka,” ujar Koko.
Antusiasme peserta terlihat jelas, salah satunya dari Joko, pelaku UMKM asal Kediri. Ia rela menempuh perjalanan jauh demi mengikuti acara ini karena menilai materi yang disajikan sangat relevan dengan kendala di lapangan.
“Acaranya berbobot, itulah alasan saya jauh-jauh datang dari Kediri. Markas UKM selalu punya cara mengemas edukasi yang keren,” aku Joko.
Menjelang azan magrib, aksi nyata ditunjukkan dengan pembagian 250 paket takjil kepada pengguna jalan di Jalan Tunjungan oleh peserta dan pengurus Markas UKM. Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama.
Acara “Ngabuburit UMKM” ini terselenggara berkat kolaborasi erat antara Markas UKM dengan mitra strategis seperti BFI, Cheers, TEC, Fluence, dan Kawan Rumah Literasi Digital.
