Gelandang Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha, mengalami retak tulang rusuk bagian bawah setelah menjadi korban “tendangan kungfu” dalam pertandingan Liga 4 Jawa Timur pada Selasa (6/1/2026). Insiden tersebut terjadi di menit ke-72 dan kini mendapat perhatian penuh dari pihak manajemen klub.

Setelah insiden tendangan ke dada tersebut, Firman sempat mengalami kejang-kejang dan menerima perawatan medis di mobil ambulans. Meskipun sempat merasa fit dan menolak dibawa ke rumah sakit, kondisi Firman memburuk pada malam harinya.

Manajer Perseta 1970 Tulungagung, Rudi Iswahyudi, mengungkapkan bahwa Firman kemudian mengeluh sesak napas. “Namun pada malam hari Firman mengirim WA mengaku sesak nafas, langsung kita bawa ke RSUD Kabupaten Bangkalan untuk diperiksa,” ujar Rudi, Selasa (6/1/2026).

Manajemen Pastikan Tanggung Jawab Penuh dan Observasi Medis

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan foto rontgen di RSUD Kabupaten Bangkalan, tim medis menemukan adanya retakan pada tulang rusuk bawah Firman Nugraha. Pihak manajemen Perseta 1970 segera mengambil keputusan untuk mengistirahatkan pemain tersebut.

Saat ini, Firman masih berada bersama tim di Bangkalan untuk menjalani masa observasi intensif. Ia dilarang untuk datang dan ikut latihan bersama tim. “Sengaja tidak kita pulangkan terlebih dahulu, biar sama tim karena ini bentuk tanggung jawab kami, proses observasi masih berlangsung,” tambah Rudi.

Rudi Iswahyudi juga mengakui bahwa kejadian ini berdampak pada mental pemain Perseta 1970. Tim yang semula memiliki motivasi tinggi untuk lolos dari babak 32 besar Liga 4 Jawa Timur, kini sedikit kendor setelah peristiwa tersebut. Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa keselamatan pemain adalah prioritas utama dalam kompetisi apapun.

“Kita bertanggungjawab penuh terhadap pemain kami, keselamatan pemain adalah hal yang paling utama,” pungkas Rudi.