Mataram – Harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, masih menunjukkan fluktuasi signifikan pasca perayaan Lebaran Topat 1447 Hijriah/2026. Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram mencatat adanya kenaikan drastis pada komoditas cabai rawit, sementara beberapa jenis daging mulai melandai.

Pemantauan Harga di Pasar Tradisional

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida, pada Senin (30/3/2026) menyatakan bahwa hasil pemantauan di beberapa pasar tradisional seperti Kebon Roek, Pagesangan, dan Mandalika menunjukkan dinamika harga yang bervariasi. “Hasil pantauan kami sementara, harga kebutuhan pokok masih fluktuasi. Ada yang mengalami kenaikan, ada juga yang turun,” ujar Sri Wahyunida.

Kondisi ini, menurutnya, dipengaruhi oleh tingginya permintaan masyarakat selama momen hari raya serta ketersediaan stok di tingkat pengepul yang belum sepenuhnya normal.

Lonjakan Cabai Rawit dan Penurunan Bawang Merah

Cabai rawit menjadi komoditas yang paling menonjol dengan lonjakan harga yang cukup signifikan. Pada Jumat (H-1 Lebaran Topat), harga cabai sempat turun ke angka Rp80.000 per kilogram, namun pada Senin (30/3/2026) melonjak kembali hingga menembus Rp100.000 per kilogram. “Peningkatan harga itu kemungkinan karena beberapa pengepul cabai belum sepenuhnya beroperasi normal,” jelas Sri Wahyunida.

Berbeda dengan cabai rawit, komoditas bawang merah justru mengalami penurunan harga dari Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Penurunan ini disebabkan oleh pasokan yang stabil, bahkan didukung oleh masuknya bawang merah dari luar daerah seperti Padang, mengingat sentra lokal Bima belum memasuki masa panen raya.

Komoditas Lain: Telur, Daging Sapi, dan Ayam

Untuk telur ayam, harga masih bertahan di kisaran tinggi, yakni antara Rp52.000 hingga Rp56.000 per tray (isi 30 butir), tergantung ukuran atau bobot telur.

Sementara itu, beberapa komoditas utama lainnya mulai menunjukkan tren penurunan harga. Daging sapi, yang sempat menyentuh angka Rp160.000 per kilogram, kini mulai turun ke Rp140.000 per kilogram. Daging ayam di Pasar Mandalika terpantau di angka Rp44.000, sedangkan di Pasar Kebon Roek berada di kisaran Rp45.000 per kilogram. “Harga itu mulai melandai dibanding puncak masa Lebaran mencapai hingga Rp46.000 hingga Rp47.000 per kilogram,” kata Sri Wahyunida.

Langkah Antisipasi Dinas Perdagangan

Menyikapi fluktuasi harga ini, Dinas Perdagangan Kota Mataram tidak tinggal diam. Fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga ketersediaan stok agar harga tidak terus meroket. “Kuncinya ada di stok. Jika stok aman, Insya Allah harga akan melandai. Kami terus berkoordinasi dengan para distributor untuk memastikan pasokan tetap tersedia,” tegas Sri Wahyunida.

Sebagai langkah konkret, Disdag Mataram dijadwalkan akan turun langsung melakukan koordinasi dengan distributor daging ayam bersama Satgas Pangan dan perwakilan dari Kementerian pada Rabu (1/4/2026). “Langkah itu, diambil guna memastikan rantai distribusi kembali normal seiring dengan mulai aktifnya kembali para pedagang dan pengepul di pasar-pasar tradisional,” pungkasnya.