Kejadian mengerikan menimpa seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau bernama Fara. Mahasiswi tingkat akhir jurusan Syariah tersebut dibacok oleh rekan sekampusnya, Raihan, di dalam kelas saat menunggu giliran sidang proposalnya. Insiden ini menggemparkan publik Tanah Air.

Akibat pembacokan tersebut, Fara mengalami luka serius di bagian lengan dan sebagian kepala. Informasi yang beredar menyebutkan, motif di balik tindakan Raihan adalah sakit hati karena cintanya ditolak oleh Fara, yang diketahui telah memiliki kekasih.

Kronologi Kedekatan yang Berujung Petaka

Kedekatan antara Fara dan Raihan bermula saat keduanya berada di posko Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sama. Meskipun berasal dari kampus yang sama, mereka awalnya tidak saling mengenal. Raihan dikenal sebagai sosok yang introvert dan tidak banyak bicara, sementara Fara adalah gadis yang ramah, ceria, dan mudah bergaul.

Melihat Raihan yang pendiam dan kesulitan berinteraksi, Fara berinisiatif mengajaknya mengobrol. Tujuannya murni agar mereka bisa bekerja sama dalam program KKN dan mendapatkan nilai terbaik. Namun, perhatian Fara ini membekas di hati Raihan dan membuatnya terbawa perasaan, padahal Fara hanya menganggapnya sebatas teman KKN. Raihan sendiri sebenarnya mengetahui bahwa Fara telah memiliki kekasih.

Memasuki pertengahan hingga akhir masa KKN, Fara dan Raihan terlihat sangat akrab. Namun, tanpa disadari, Raihan mulai terobsesi pada Fara. Pemuda itu kerap menunggu Fara di setiap akhir kelas kuliah dan sering mendatangi gadis itu di berbagai kesempatan.

Merasa risih dan tidak nyaman dengan perilaku Raihan, Fara akhirnya mengambil sikap tegas. Ia meminta Raihan untuk menjauhinya dan kembali menegaskan bahwa ia sudah memiliki kekasih. Pada titik inilah, Raihan disebut mulai kehilangan akal sehatnya dan terlihat seperti orang yang mengalami gangguan jiwa. Puncaknya, petaka mengerikan itu pun terjadi pada Fara.

Hingga saat ini, Raihan masih berada di kantor polisi untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut terkait insiden pembacokan ini.