Kebakaran hebat melanda kediaman keluarga artis Anisa Rahma di Bandung pada Jumat (1/5/2026), menghanguskan sekitar 80 persen dari total luas bangunan 450 meter persegi. Insiden tragis ini diduga kuat berawal dari sebatang lilin yang dinyalakan di meja makan.
Dito, suami Anisa Rahma, menjelaskan bahwa lilin tersebut dinyalakan oleh ibu mertuanya dengan niat mengusir hama lalat yang tiba-tiba banyak berkeliaran di rumah. Namun, kelalaian sesaat membuat api menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru ruangan.
“Iya, jadi kayak mama mungkin menyalakan lilin, niatnya mama untuk karena di rumah itu tiba-tiba banyak lalat yang berkeliaran gitu, jadi pengen ngusir dengan api yang menyala gitu kayak supaya tidak ada di sekitar,” cerita Dito saat ditemui di Bandung, Jumat (1/5/2026).
Dito menambahkan bahwa ibu mertuanya mungkin ketiduran setelah menyalakan lilin tersebut. “Tapi akhirnya mungkin mama ketiduran atau gimana gitu, pas terbangun udah tiba-tiba membesar kayak gitu. Kalau lilin kayaknya baru… baru malam itu juga, sekali-sekalinya nyalain lilin gitu,” lanjutnya.
Kerusakan Parah dan Upaya Penyelamatan
Anisa Rahma mengonfirmasi bahwa sumber api memang berasal dari meja makan yang terletak di area lantai bawah. Ia menyebutkan bahwa dampak kebakaran sangat masif.
“Di meja makan. Jadi sumbernya memang asalnya di meja makan itu sendiri. Kalau rumah, luas rumahnya 450 meter persegi. Kalau yang terkena dampaknya mungkin 80% lah ya. Karena memang rumah inti yang kena, habis banget atas-bawah, rata tanah,” jelas Anisa.
Api merembet sangat cepat hingga melahap atap rumah dan menghancurkan genteng. Hawa panas dari kobaran api bahkan mulai terasa hingga ke bangunan samping rumah utama. Beruntung, petugas pemadam kebakaran tiba dalam waktu sekitar setengah jam.
“Sekitar setengah jam damkar datang dan alhamdulillah mungkin ada beberapa akses bangunan yang masih bisa diselamatin karena belum nyebar ya, makin meluas gitu. Kamar kita di lantai dua juga alhamdulillah selamat,” ungkap Dito.
Meski kamar utama Anisa dan Dito di lantai dua masih bisa diselamatkan, ruangan tersebut terdampak asap tebal dan sebagian kasur ditemukan gosong terbakar. “Jadi itu gentengnya juga udah bolong, udah nggak ada atapnya. Udah apinya udah lewat atap gitu masuk. Jadi ke kamar, kasur juga udah setengah gosong. Terus hampir ke baju-baju, tapi masih belum ya, jadi masih asap-asap aja gitu,” tambahnya.
Keluarga Mengungsi dan Pertimbangan Renovasi
Anisa mengaku masih syok melihat kondisi rumah yang kini rata dengan tanah di beberapa sudutnya. Keluarga mereka sementara mengungsi ke rumah Ketua RW setempat.
“Terus juga ke samping-samping juga udah mulai merembet ininya hawa-hawa panasnya. Kita diungsiin ke rumah Pak RW dulu sementara sama mama. Sama ini juga masih daerah rawan, temboknya miring,” imbuh Anisa.
Pihak keluarga saat ini masih mempertimbangkan langkah renovasi atau pembangunan ulang rumah. Skala kerusakan yang masif dan biaya besar membuat mereka harus bersikap realistis dalam merencanakan perbaikan di masa depan.
