GESIT News – Lombok Timur – Usai pelaksanaan Shalat Idul Fitri, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), Dr. TGKH. Muhammad Zainuddin Atsani, M.Pd.I., menggelar silaturrahmi pribadi di kediamannya yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Abdul Madjid NW Anjani, Lombok Timur, Sabtu (21/3/2026).

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang telah menjadi bagian dari tradisi baik (sunnatan hasanatan) Nahdlatul Wathan sejak masa pendirinya, Maulanassyaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Tradisi tersebut terus dilaksanakan dan dilestarian sebagai bentuk keterbukaan pimpinan dalam menyambut dan bersilaturrahmi dengan warga NW serta pengurus organisasi.

Sejak pagi hari, para tamu undangan mulai berdatangan ke lokasi kegiatan. Mereka terdiri dari unsur pimpinan organisasi, tokoh agama, hingga masyarakat umum yang merupakan bagian dari keluarga besar Nahdlatul Wathan. Para tamu tampak tertib dan khidmat dalam mengikuti rangkaian kegiatan silaturrahmi tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PBNW sekaligus Rektor IAIH NW Lotim yang akrab disapa Maulanassyaikh Hamzanwadi II, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh hadirin, baik atas nama pribadi maupun pengurus organisasi.

“Pada momentum yang penuh berkah ini, kami atas nama pribadi dan seluruh pengurus Nahdlatul Wathan menyampaikan mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah Swt. menerima seluruh amal ibadah kita selama bulan Ramadan dan mengembalikan kita pada fitrah sebagai insan yang suci,” ujarnya.

Beliau juga mengajak seluruh warga Nahdlatul Wathan untuk menjaga kebersamaan dan terus melanjutkan nilai-nilai perjuangan organisasi yang telah diwariskan oleh pendiri NW.

“Kami berharap silaturrahmi ini tetap terjaga dengan baik. Kebersamaan dan persatuan harus terus kita rawat dalam menjalankan peran kita di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Rais ‘Am PBNW, Ummuna Hj. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid, masyaikhul ma’had, para tuan guru, serta jajaran pengurus Nahdlatul Wathan dari tingkat pusat hingga ranting.

Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dan penuh keakraban. Para tamu secara bergiliran bersalaman dengan Ketua Umum PBNW sebagai bagian dari tradisi halal bihalal yang menjadi ciri khas perayaan Idul Fitri di lingkungan Nahdlatul Wathan. (han).