Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, membeberkan analisis mendalam terkait kekalahan timnya 0-2 dari tuan rumah Borneo FC pada pekan ke-31 Super League. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Selasa (5/5) malam WIB, melihat Tangerang Warriors takluk lewat gol Mariano Peralta dan Muhammad Sihran.

Dalam konferensi pers pasca-laga, Pena mengakui bahwa timnya sempat menunjukkan performa menjanjikan di babak pertama. Namun, sebuah kesalahan fatal mengubah jalannya pertandingan.

“Pertandingan berjalan dengan baik bagi kami, di babak pertama bermain dengan kekuatan dan bisa mengontrol lawan. Namun, setelah kesalahan dalam menyapu bola, Peralta mencetak gol yang luar biasa,” ujar Pena, menjelaskan momen krusial yang membuat timnya tertinggal.

Memasuki babak kedua, juru taktik asal Argentina itu mencoba melakukan perubahan dengan memasukkan beberapa pemain pengganti. Pena menilai, strategi tersebut cukup memberikan dampak positif bagi permainan Persita.

“Di babak kedua saya pikir para pemain pengganti kami memiliki dampak yang baik dalam pertandingan,” imbuh Pena.

Ia juga menyoroti periode awal babak kedua, sekitar 15-20 menit, di mana Persita tampil lebih agresif dan menciptakan peluang emas, termasuk dari penyerang muda Hokky Caraka. Sayangnya, peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol.

“Saya pikir jika itu gol, pertandingan akan berubah,” kata Pena, menyesali peluang yang bisa saja mengubah momentum pertandingan.

Kekalahan ini membuat Persita harus puas pulang tanpa poin, sementara Borneo FC berhasil mengamankan tiga angka di kandang sendiri.