Pencarian panjang terhadap Mbah Wagini (86), seorang lansia yang dilaporkan hilang di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, berakhir duka. Setelah 11 hari menghilang, jenazah Mbah Wagini ditemukan di area tebing Gunung Manik Oro, Kecamatan Kampak, pada Minggu (29/3/2026).
Penemuan jasad korban bermula dari ketidaksengajaan seorang warga setempat yang sedang mencari rumput di sekitar lereng gunung. Saksi tersebut mencium bau menyengat yang sangat kuat. Setelah menelusuri sumber bau, ia terkejut melihat sesosok jenazah dan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian serta Tim SAR gabungan.
“Informasi awal kami dapatkan dari warga yang mencium bau menyengat. Setelah dipastikan itu adalah jenazah, saksi langsung melapor, dan tim segera merapat ke lokasi,” jelas Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P. H., pada Senin (30/3/2026).
Berdasarkan hasil identifikasi awal, jenazah tersebut dipastikan adalah Mbah Wagini. Korban sebelumnya dilaporkan hilang secara misterius di kawasan hutan sekitar tempat tinggalnya di Desa Ngadimulyo, sejak Rabu (18/3/2026). Titik penemuan jasad korban berada di tebing terjal yang berjarak sekitar 15 kilometer dari lokasi awal ia diperkirakan hilang.
Nanang menambahkan bahwa operasi pencarian sebelumnya telah dilakukan secara intensif. “Operasi SAR sebenarnya sudah sempat kami gelar secara maksimal untuk mencari Mbah Wagini selama tujuh hari berturut-turut, namun saat itu operasi ditutup karena korban tidak kunjung ditemukan,” imbuh Nanang.
Evakuasi Dramatis di Medan Curam
Proses evakuasi jasad korban berlangsung dramatis dan menguras banyak waktu serta tenaga. Kondisi medan yang berupa tebing curam, ditambah jarak lokasi penemuan yang sangat jauh dari akses jalan utama, membuat pergerakan tim evakuasi sangat terbatas. Setelah jenazah berhasil dimasukkan ke dalam kantong jenazah, petugas harus menggunakan sistem tali-temali (vertical rescue) dan merintis jalur yang aman untuk membawa korban turun ke bawah demi keselamatan seluruh anggota tim.
Perjuangan Tim SAR gabungan membuahkan hasil menjelang petang. Sekitar pukul 17.30 WIB, jenazah Mbah Wagini berhasil dievakuasi dari area tebing dan langsung dilarikan ke RSUD Dr. Soedomo Trenggalek untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Operasi ini melibatkan sinergi solid dari berbagai elemen SAR gabungan, termasuk personel dari Basarnas melalui Pos SAR Trenggalek, BPBD, Koramil, Polsek Kampak, Pemerintah Desa Ngadimulyo, beserta warga sekitar yang turut membantu kelancaran operasi di lapangan.
