Palu, Sulteng – Dr. Agus Budi Wirawan resmi dilantik sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Sentana Sulawesi Tengah untuk periode 2026-2030. Upacara pengukuhan kepemimpinan baru ini berlangsung khidmat di aula kampus STAH Dharma Sentana pada Senin, 02 Februari 2026, menandai babak baru bagi institusi pendidikan tinggi Hindu di wilayah tersebut.

Acara bersejarah ini diawali dengan ritual Matur Piuning yang dipimpin oleh Pinandita Mangku Putu Melaya, sebagai bentuk permohonan restu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Suasana semakin sakral dengan lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars STAH Dharma Sentana, diikuti oleh Palawakya merdu yang dibawakan oleh Komang Pande dan Luh Ayu Kridayanti.

Dalam laporan akhirnya, Ketua STAH periode 2022-2026, I Ketut Suparta, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh civitas akademika atas kerja keras selama masa jabatannya. Ia menekankan bahwa transisi kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk penyegaran dan keberlanjutan visi besar kampus. Setelah laporan tersebut, I Made Tarka, S.Pd., M.Si membacakan Surat Keputusan (SK) penetapan pejabat struktural dan staf yang akan bertugas empat tahun ke depan.

Puncak acara ditandai dengan pelantikan dan pengukuhan sumpah jabatan oleh Ketua Yayasan Dharma Kerti Sulawesi Tengah, I Nyoman Kormek. Dalam prosesi ini, Dr. Agus Budi Wirawan secara resmi mengemban tugas sebagai Ketua STAH Dharma Sentana. Serah terima jabatan (Sertijab) dilakukan secara simbolis dari I Ketut Suparta kepada Agus Budi Wirawan, didampingi langsung oleh Ketua Yayasan di hadapan para saksi dan tamu undangan.

Ketua Yayasan Dharma Kerti, I Nyoman Kormek, dalam sambutannya berpesan agar pengelola yang baru dilantik mampu bekerja dengan integritas tinggi dan transparansi. Ia juga berharap sinergi antara yayasan dan pengelola kampus semakin erat demi kesejahteraan civitas akademika serta peningkatan kualitas lulusan. Acara formal ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan soliditas tim yang baru terbentuk.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh pejabat struktural periode 2026-2030 beserta staf melaksanakan upacara Mejaya-jaya di Pura Agung Saraswati Dharma Sentana. Ritual ini bertujuan untuk menyucikan diri secara spiritual serta memohon kekuatan dan tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar seluruh jajaran dapat menjalankan amanah jabatan dengan tulus ikhlas (Niskama Karma) demi kejayaan pendidikan Hindu di tanah Tadulako.