SIDOARJO, KILATNEWS.CO – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, lapak-lapak penjual bumbu siap pakai di Pasar Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, diserbu pembeli. Warga memilih bumbu jadi untuk mengolah daging kurban karena dinilai lebih praktis dan hemat waktu.

Kepadatan pembeli bumbu siap pakai ini telah terlihat di area pasar sejak sepekan terakhir. Berbagai jenis bumbu halus, mulai dari bumbu gulai, rawon, sate, hingga rendang, menjadi komoditas yang paling dicari masyarakat untuk kebutuhan memasak saat lebaran nanti.

Seorang pembeli, Lilik, mengungkapkan alasannya memilih bumbu jadi demi efisiensi. “Selain tidak perlu repot meracik, biaya yang dikeluarkan juga dianggap lebih murah dibanding membeli bahan mentah secara terpisah,” ujar Lilik, Rabu (27/5).

Pedagang bumbu jadi di Pasar Porong, Sutrami, membenarkan adanya lonjakan permintaan yang signifikan. Ia menyebut tren positif ini sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir dan diprediksi akan terus bertahan hingga satu minggu pasca-Idul Adha.

“Peningkatan permintaan membuat kami harus menambah stok bahan baku dan meningkatkan kapasitas produksi. Kami juga melayani pembelian dalam jumlah besar untuk keperluan acara keluarga,” jelas Sutrami.

Meski permintaan tinggi, pembeli kini harus merogoh kocek lebih dalam. Harga bumbu jadi mengalami kenaikan, dari semula Rp8 ribu per ons kini menjadi Rp10 ribu per ons. Kenaikan harga ini, menurut pedagang, tidak lepas dari imbas melonjaknya harga komoditas bawang merah dan cabai di pasar.

Namun, kenaikan harga tersebut tidak menyurutkan minat warga untuk tetap berburu bumbu siap saji demi kemudahan di hari raya kurban. Antusiasme masyarakat menunjukkan preferensi terhadap kepraktisan dalam mempersiapkan hidangan Idul Adha.