Grup musik Diskoria kembali memanjakan penggemar rilisan fisik dengan meluncurkan album perdana mereka, Intonesia, dalam format kaset edisi sampul selongsong. Peluncuran ini menambah daftar panjang komitmen Diskoria terhadap format analog, yang telah menjadi ciri khas perjalanan karier mereka.

Sejak awal kemunculannya, Diskoria dan rilisan fisik memang tak terpisahkan. Jauh sebelum Intonesia lahir, grup ini dikenal sering merilis karya dalam berbagai bentuk fisik, mulai dari kompilasi mixtape hingga piringan hitam berisi edisi remix dari single-single terdahulu mereka.

Komitmen pada Format Analog

Dalam proses penggarapan album Intonesia, Diskoria bersama label Suara Disko, secara tegas berkomitmen untuk menghadirkan album ini tidak hanya dalam bentuk audio, tetapi juga visual dan beragam rilisan fisik. Mereka meyakini bahwa karya-karya yang identik dengan musik pop, pop kreatif, disko, dan nuansa sekitarnya, sudah sepatutnya juga diperdengarkan dalam format analog.

Sebelumnya, pada tahun lalu, Diskoria telah merilis piringan hitam Intonesia dengan dua pilihan warna yang disambut antusias. Kini, giliran kaset edisi sampul selongsong yang menjadi pilihan untuk kembali menghidupkan pengalaman mendengarkan musik secara analog.

Kolaborasi dan Distribusi

Rilisan kaset ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Suara Disko dengan Orange Cliff Records. Ilustrasi sampulnya masih dipercayakan kepada seniman berbakat, Kendra Ahimsa, yang telah memberikan sentuhan visual unik pada karya-karya Diskoria sebelumnya.

Bersama Orange Cliff Records, distribusi kaset Intonesia edisi sampul selongsong ini menjangkau berbagai toko musik di pulau Jawa. Tak hanya itu, satu toko di Brunei Darussalam juga turut menjadi bagian dari jaringan distribusi, memperluas jangkauan penggemar Diskoria di kawasan Asia Tenggara. Kaset ini sudah mulai bisa didapatkan sejak 8 Mei 2026.

Merdi dan Daiva, perwakilan Diskoria, mengungkapkan alasan di balik konsistensi mereka terhadap rilisan fisik. “Jauh sebelum adanya Diskoria, kami memang merupakan pegiat dan kolektor rilisan fisik, dan tidak bisa dipungkiri, koleksi dan kegemaran kami mempunyai peran penting dalam perjalanan Diskoria. Oleh karena itu, sampai pada titik bisa merilis karya sendiri, rilisan fisik menjadi suatu kepuasan dan keharusan untuk kami,” ujar keduanya.