Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, telah mengumumkan daftar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terinovatif dalam ajang Lomba Inovasi Daerah 2025. Pengumuman ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati Dompu, Bambang Firdaus, menegaskan bahwa inovasi yang dikembangkan harus memberikan dampak nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dinas Kelautan dan Perikanan Pimpin Kategori Umum

Dalam kategori umum, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Dompu berhasil meraih peringkat pertama. DKP Dompu mengumpulkan nilai tertinggi 233 poin melalui 18 inovasi yang telah dikembangkan. Posisi kedua ditempati oleh RSUD Dompu dengan perolehan 181 poin dari tiga inovasi, salah satunya adalah aplikasi ERANIN.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu menempati peringkat ketiga dengan 180 poin melalui 11 inovasi. Aplikasi ERANIN yang dikembangkan oleh RSUD Dompu dirancang khusus untuk mempermudah pasien hemodialisis (cuci darah) dalam mengakses layanan kesehatan. Melalui aplikasi ini, pasien dapat memperoleh informasi, melakukan konsultasi, hingga mendapatkan layanan kesehatan berkelanjutan secara mandiri, mudah, dan cepat, bahkan saat berada di rumah.

Inovasi di Sektor Pendidikan

Pada sektor pendidikan, SMPN 2 Manggelewa berhasil menempati peringkat pertama dengan capaian 228 poin dan 17 inovasi. Disusul oleh SMPN 1 Woja di posisi kedua dengan 145 poin dari enam inovasi. Peringkat ketiga diraih oleh SMPN 1 Pajo yang memperoleh 107 poin melalui satu inovasi.

Bupati Dompu Tekankan Dampak Nyata Inovasi

Bupati Dompu, Bambang Firdaus, menyatakan bahwa penetapan OPD terinovatif ini adalah bagian dari dorongan untuk peningkatan kinerja pelayanan publik di daerah. “Penilaian ini dilakukan secara profesional dan objektif. Yang terpenting bukan hanya jumlah inovasi, tetapi sejauh mana inovasi itu berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujarnya di Dompu, Senin.

Bambang Firdaus juga menegaskan pentingnya inovasi yang aplikatif dan berkelanjutan. “Inovasi tidak boleh berhenti di atas kertas. Harus bisa mempercepat layanan, mempermudah akses masyarakat, dan mendorong kesejahteraan, terutama dalam penguatan ekonomi daerah,” katanya. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan inovasi di berbagai sektor, termasuk kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, demi mempercepat pembangunan daerah dan pemerataan manfaat bagi masyarakat.