Kuasa hukum Rien Wartia Trigina atau Erin Taulany, M. Afif Kurniawan, secara resmi melaporkan sebuah akun Threads berinisial ND ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis (30/4/2026). Laporan ini diajukan atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait penyebaran informasi hoaks mengenai dugaan kekerasan terhadap asisten rumah tangga (ART) kliennya.
Afif menegaskan bahwa fokus utama laporan tersebut adalah untuk mengejar pihak yang menyebarkan informasi tidak benar. “Penyebar, penyebar ND itu tadi. Jadi untuk laporan ini dulu. Nanti kan dalam proses penyelidikan berkembang nanti siapa-siapa saja yang berkaitan,” ungkap Afif Kurniawan, Kamis (30/4/2026).
Tanggapan atas Klaim Visum ART
Menanggapi kabar yang menyebutkan bahwa pihak ART telah melakukan visum, Afif merespons dengan tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada penyelidikan pihak kepolisian. Ia menyatakan kesiapan untuk menelusuri kebenaran klaim tersebut.
“Ya nantilah itu kan kalau memang ART-nya melakukan (visum) seperti itu nanti kita telusuri gitu lho,” ujarnya menanggapi langkah yang mungkin diambil oleh pihak lawan.
Proses hukum ini baru saja dimulai dengan diterbitkannya Laporan Polisi (LP) di Polres Metro Jakarta Selatan. Ke depannya, penyidik akan menentukan unit mana yang akan mendalami peran masing-masing pihak dalam perkara ini.
Afif menjelaskan prosedur kepolisian yang akan berjalan. “Kan ini LP baru jadi, ya kan. Setelah LP jadi, nanti kemudian didisposisi unit mana yang nanti yang bertanggung jawab, ya kan nanti ada proses penyelidikan di situ. Nanti kan berkembang siapa aja itu pelaku-pelakunya,” jelasnya.
Bantahan Konflik dan Penggiringan Opini
Afif juga meyakini bahwa hubungan antara Erin Taulany dan ART-nya selama ini sebenarnya tidak memiliki masalah yang berarti. Ia menyayangkan adanya penggiringan opini publik yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Kalau sebetulnya enggak ada sih. Ini pemberitahuannya aja mungkin yang menggiringnya ke tidak benar lah,” tuturnya saat ditanya mengenai riwayat konflik dengan asisten rumah tangga.
Mengenai pemicu munculnya berita tersebut hingga adanya foto-foto yang beredar, pengacara tetap pada pendiriannya bahwa hal itu tidak benar. Ia secara tegas menepis anggapan adanya peristiwa kekerasan di balik dokumentasi yang tersebar.
“Saya rasa itu enggak bener sih, Mbak. Gitu,” singkatnya menanggapi pertanyaan wartawan soal pemicu berita dan foto yang diperjelas.
Afif mengaku tidak mengetahui hubungan antara pemilik akun ND dengan asisten rumah tangga kliennya. Ia menyerahkan identifikasi pemilik akun tersebut sepenuhnya kepada pihak berwajib melalui proses digital forensik.
“Aduh saya kurang paham itu. Karena namanya akun kan banyak yang ini itu kan,” tutupnya mengakhiri sesi tanya jawab.
