Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Jumat, 20 Februari 2026, kembali mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. Penguatan signifikan Monsun Asia atau angin baratan diperkirakan akan memicu hujan lebat hingga sangat lebat, disertai kilat/petir dan angin kencang, yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa fenomena ini diperparah dengan adanya aktivitas gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) yang saat ini bergerak melintasi wilayah Indonesia bagian barat dan tengah. “Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Koordinasi dengan pemerintah daerah sangat penting untuk mitigasi risiko,” ujar Dwikorita dalam keterangan persnya di Jakarta.
Wilayah Terdampak dan Potensi Bencana
Puncak penguatan Monsun Asia ini diprediksi akan berlangsung hingga akhir Februari dan berlanjut ke awal Maret 2026. Sejumlah wilayah yang diidentifikasi berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat meliputi sebagian besar Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung), seluruh Pulau Jawa (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur), serta sebagian Kalimantan (Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur).
Selain itu, potensi cuaca ekstrem juga mengancam wilayah Sulawesi (Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara), Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua (Papua Barat dan Papua). Intensitas hujan yang tinggi ini sangat berpotensi memicu terjadinya banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta pohon tumbang di daerah-daerah rawan.
Imbauan dan Langkah Mitigasi
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG. Warga yang tinggal di daerah perbukitan atau lereng gunung diminta untuk lebih waspada terhadap potensi tanah longsor, sementara masyarakat di dataran rendah dan bantaran sungai diimbau untuk siaga terhadap ancaman banjir. Langkah-langkah mitigasi dini seperti membersihkan saluran air dan memastikan lingkungan tidak menumpuk sampah juga sangat disarankan.
Bagi sektor transportasi, khususnya pelayaran dan penerbangan, BMKG juga mengeluarkan peringatan terkait potensi gelombang tinggi di perairan Indonesia dan kondisi cuaca yang dapat mempengaruhi operasional. Nelayan dan operator transportasi laut diminta untuk selalu memperhatikan informasi prakiraan gelombang tinggi sebelum berlayar demi keselamatan.
