Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama pendiri merek fesyen Thanksinsomnia, Mohan Hazian, kini memasuki babak baru. Salah satu korban dengan akun X @aarummanis mengungkapkan bahwa dirinya mulai dihubungi oleh pihak yang mengklaim sebagai perwakilan pelaku.

Awal Mula Kontak Misterius

Melalui unggahannya, korban menceritakan kronologi saat sebuah nomor asing menghubunginya melalui pesan WhatsApp pada Rabu (11/2/2026). Nomor tersebut menyatakan diri sebagai perwakilan Mohan Hazian dan meminta untuk bertemu secara langsung.

Korban merasa janggal karena tidak mengetahui bagaimana pihak tersebut bisa mendapatkan nomor pribadinya. Ia menduga ada keterlibatan orang dalam dari sebuah merek. “Saya hanya pernah membagikan nomor saya kepada talent scouter brand dengan inisial S,” ungkap korban dalam keterangannya.

Saat mencoba mengklarifikasi identitas pengirim pesan, korban tidak mendapatkan jawaban yang jelas. “Saat saya tanya dengan siapa, dari lembaga mana, dan mengetahui nomor saya dari mana, nomor tersebut tidak menjawab. Kemudian nomor tersebut mengatakan bahwa mereka adalah perwakilan dari keluarga pelaku,” lanjutnya.

Penolakan Pertemuan dan Jalur Hukum

Pihak yang mengaku sebagai keluarga pelaku itu mendesak korban untuk bertemu dengan alasan ingin mendengarkan penjelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Namun, permintaan tersebut ditolak mentah-mentah oleh korban.

Korban menegaskan tidak memiliki kepentingan untuk bertemu dengan pihak yang mengklaim sebagai perwakilan keluarga, terlebih di tengah trauma yang masih ia alami. “Saya tidak punya urgensi untuk bertemu dengan ‘perwakilan keluarga’ pelaku. Saya tidak merespons dan saat ini sedang memproses pendampingan hukum,” tegasnya.

Ketiadaan Itikad Baik Pelaku

Sebelumnya, korban juga menyatakan bahwa Mohan Hazian belum menunjukkan itikad baik secara resmi. Ia menyayangkan sikap diam pelaku atas kasus yang sudah menjadi konsumsi publik. “Sampai saat ini, tidak ada itikad baik dari pelaku maupun brand untuk menghubungi saya ataupun korban lain. Tidak ada permintaan maaf yang saya ataupun korban lain terima,” kata @aarummanis.

Di akhir pernyataannya, korban berharap kasus ini menjadi momentum untuk membersihkan industri kreatif dan ruang sosial dari predator seksual, serta tidak ada lagi ruang bagi pelaku untuk bergerak tanpa sanksi tegas.