Video yang menampilkan perselisihan sengit antara seorang ibu tiri dan anak tirinya di sebuah kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial, khususnya TikTok. Insiden yang pertama kali viral pada akhir tahun lalu ini kini memasuki babak baru setelah pihak kepolisian turun tangan menyusul laporan resmi yang diajukan oleh salah satu pihak.

Video berdurasi singkat tersebut merekam adu mulut dan ketegangan yang terjadi di tengah hamparan pohon kelapa sawit. Dalam rekaman yang tersebar luas, terlihat seorang wanita yang diidentifikasi sebagai ibu tiri dan seorang pemuda yang disebut anak tiri saling melontarkan tuduhan dan argumen. Warganet menduga konflik ini berakar dari masalah warisan atau perebutan hak atas lahan kebun sawit yang menjadi lokasi kejadian.

Penyelidikan Polisi dan Upaya Mediasi

Kepolisian Resor (Polres) setempat, yang enggan disebutkan namanya untuk menjaga kerahasiaan identitas korban, mengonfirmasi telah menerima laporan terkait insiden tersebut. “Kami telah menerima laporan dan sedang dalam proses penyelidikan awal. Kedua belah pihak, baik ibu tiri maupun anak tiri, telah kami panggil untuk dimintai keterangan,” ujar seorang petugas kepolisian pada Jumat, 14 Maret 2026.

Petugas menambahkan bahwa upaya mediasi telah dilakukan beberapa kali, namun belum membuahkan hasil. “Mediasi yang kami fasilitasi bersama tokoh masyarakat dan Dinas Sosial setempat sayangnya belum mencapai titik temu. Masing-masing pihak masih bersikukuh dengan argumennya,” jelasnya. Kasus ini kini berpotensi berlanjut ke ranah hukum jika tidak ada kesepakatan damai.

Dampak Psikologis dan Sorotan Publik

Psikolog keluarga, Dr. Indah Permata Sari, menyoroti dampak serius dari yang terekspos ke publik, terutama melalui media sosial. “Kasus seperti ini tidak hanya merusak hubungan internal keluarga, tetapi juga dapat menimbulkan trauma psikologis mendalam bagi individu yang terlibat, terutama anak tiri,” kata Dr. Indah. Ia menekankan pentingnya penanganan yang bijak dan dukungan psikososial.

Video viral ini juga memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyuarakan simpati terhadap posisi anak tiri, sementara sebagian lainnya mengecam tindakan ibu tiri yang dianggap tidak etis. Komentar-komentar di TikTok dan platform lain menunjukkan keprihatinan publik terhadap dinamika keluarga tiri dan perlindungan hak-hak anak.

Langkah Selanjutnya

Dinas Sosial setempat menyatakan siap memberikan pendampingan psikologis bagi anak tiri jika diperlukan. “Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan siap memberikan bantuan yang dibutuhkan, termasuk pendampingan psikologis untuk memastikan kesejahteraan anak,” tutur Kepala Dinas Sosial. Pihak kepolisian juga menegaskan akan memproses kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku jika mediasi tetap gagal dan ditemukan unsur pidana.