Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 di Kabupaten Bima menghadirkan potret keberagaman usia yang mengharukan dan inspiratif. Dari total 570 calon jemaah haji (CJH) yang tergabung dalam Kloter 4, terdapat rentang usia yang mencolok antara jemaah tertua dan termuda, menunjukkan semangat beribadah lintas generasi.

Jemaah tertua tahun ini adalah Mustafa A Masjid Pai, seorang warga Desa Wora, Kecamatan Wera. Lahir pada 8 Februari 1930, Mustafa kini berusia 96 tahun dan masuk dalam kuota prioritas lansia. Meski usianya senja, semangatnya untuk menunaikan rukun Islam kelima tetap membara.

Di sisi lain, Muhammad Muid Ahwal menjadi jemaah termuda dalam rombongan ini. Lahir pada 25 Maret 2007, remaja asal Desa Soro, Kecamatan Lambu, ini berangkat menggantikan almarhum ayahnya, Ahwal. Momen keberangkatannya menjadi penuh haru, di mana ia akan bertolak ke Tanah Suci bersama ibunya, Sri Tisah Ahmad.

Ketua Kloter 4 CJH Kabupaten Bima, Abdul Haris, menjelaskan bahwa kloter ini terdiri dari 570 orang jemaah, dengan 32 di antaranya merupakan jemaah lanjut usia. “Persiapan keberangkatan CJH saat ini sudah mencapai 95 persen. Seluruh dokumen, termasuk paspor dan visa, telah rampung diproses,” ujar Haris pada Kamis (2/4/2026).

Rencananya, seluruh CJH Kloter 4 Kabupaten Bima akan diberangkatkan pada 22 April mendatang. Panitia penyelenggara memastikan segala kesiapan, khususnya bagi jemaah lansia, telah terpenuhi demi menjamin kelancaran pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Keberangkatan jemaah haji tahun ini dari Kabupaten Bima menjadi cerminan kuatnya niat suci beribadah yang diwariskan dan dijalankan lintas generasi, dari para sesepuh hingga generasi muda yang meneruskan amanah keluarga.