Persib Bandung menunjukkan ketenangan luar biasa di tengah persaingan ketat perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. Hingga pekan-pekan krusial menjelang akhir musim, Maung Bandung masih kokoh memimpin klasemen dengan keunggulan tipis dua poin dari pesaing terdekat, Borneo FC.
Alih-alih merasa tertekan, skuad Pangeran Biru memandang enam laga tersisa sebagai panggung pembuktian untuk meraih ambisi hattrick juara. Pelatih Persib, Bojan Hodak, dengan tegas menepis anggapan bahwa timnya berada di bawah tekanan.
Menurut Hodak, situasi yang dihadapi Persib saat ini justru ideal. “Tidak ada tekanan. Tekanan itu kalau ada seseorang yang menodongkan pistol di depan Anda, itu baru tekanan. Di sepak bola tidak ada yang seperti itu,” ujarnya.
Ia menambahkan, berada di posisi teratas klasemen merupakan keuntungan besar dibandingkan harus mengejar ketertinggalan dari tim lain. Situasi ini memberikan keleluasaan bagi tim untuk fokus pada setiap pertandingan.
Yang menarik, Hodak mengungkapkan bahwa masalah terbesarnya bukan terletak pada lawan di lapangan, melainkan pada penentuan pemain yang akan diturunkan. Kedalaman skuad Maung Bandung saat ini berada di titik terbaiknya.
“Semua pemain siap dan ingin tampil. Justru ini yang paling sulit bagi saya, memilih siapa yang harus disimpan,” ucap pelatih asal Kroasia tersebut.
Dengan enam laga tersisa di Super League 2025/2026, Persib Bandung tetap santai dan fokus. Bojan Hodak memastikan timnya tidak berada dalam kondisi tertekan, melainkan siap menghadapi tantangan demi meraih gelar juara.
