Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah, menargetkan 32.935 balita menerima imunisasi massal campak dalam program Outbreak Response Immunization (ORI) yang berlangsung serentak di 14 puskesmas. Langkah ini diambil menyusul penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di ibu kota Sulawesi Tengah tersebut. Imunisasi gencar dilakukan mulai 1 hingga 14 April 2026 untuk menekan angka kasus yang terus meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu, Rochmat Jasin, menjelaskan bahwa status KLB campak telah ditetapkan di wilayahnya. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kota Palu mencatat 366 kasus campak dari total 469 suspek.

“14 puskesmas di Kota Palu secara serentak melakukan imunisasi massal atau Outbreak Response Immunization (ORI) campak,” ujar Rochmat Jasin di Palu, Senin (6/4/2026). Program imunisasi ini menyasar balita berusia 9 hingga 59 bulan.

Ia menambahkan, “Imunisasi sudah dilaksanakan sejak 1 hingga 14 April 2026 dan kami gencar melaksanakan kegiatan itu, baik lewat posyandu maupun di fasilitas kesehatan lainnya.” Dinkes setempat juga aktif melakukan penyelidikan epidemiologi untuk memetakan penyebaran penyakit.

Imunisasi massal ini mengacu pada Surat Edaran (SE) Wali Kota Palu Nomor: 100.3.4.3/11/DINKES/2026 yang diterbitkan pada 31 Maret 2026. Edaran tersebut menekankan pentingnya upaya komprehensif untuk mencegah perluasan penularan serta menekan angka kesakitan dan kematian akibat campak.

“Penelusuran penyebaran penyakit kami lakukan dari rumah ke rumah. Kami juga meminta masyarakat segera melaporkan balita mereka terindikasi gejala campak kepada petugas medis. Penelusuran sangat penting dilakukan sambil mengobati balita yang sudah terpapar,” tegas Rochmat Jasin.

Peningkatan kasus campak tidak hanya terjadi di Palu, namun juga di sekitar 100 kabupaten/kota lain di Indonesia sepanjang tahun 2025 hingga 2026. Kondisi ini mendorong Kemenkes mengeluarkan kebijakan respon imunisasi melalui surat Nomor IM.02.03/C/1082/2026 tertanggal 3 Maret 2026.

Rochmat Jasin mengapresiasi partisipasi masyarakat. “Sejauh ini masyarakat antusiasme membawa angka mereka memperoleh imunisasi campak,” pungkasnya.