Empat orang dilaporkan tewas dan 30 lainnya luka-luka setelah serangan udara Israel menghantam pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut, pada Minggu (5/4/2026). Informasi ini disampaikan oleh sumber dari layanan ambulans Lebanon kepada kantor berita RIA Novosti.

Serangan tersebut menargetkan beberapa gedung hunian bertingkat di lingkungan Jnah dan Roueiss. Seorang koresponden RIA Novosti sebelumnya melaporkan bahwa angkatan udara Israel menyerang pinggiran selatan Beirut dengan rudal.

“Empat orang tewas, 30 lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel di Jnah,” kata sumber layanan ambulans tersebut, seraya menambahkan bahwa jumlah korban mungkin masih bersifat sementara.

Area Jnah diketahui menjadi lokasi Kedutaan Besar China. Selain itu, daerah tersebut juga menampung tempat penampungan sementara terbesar yang menampung lebih dari 8.000 pengungsi dari Lebanon selatan dan timur.

Eskalasi antara Israel dan Hizbullah telah berlangsung sejak 2 Maret 2026. Pada tanggal tersebut, gerakan Lebanon Hizbullah melanjutkan serangan roket ke wilayah Israel menyusul serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Sebagai respons, Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon, mencakup wilayah selatan negara itu, Lembah Beqaa, hingga pinggiran kota Beirut. Militer Israel bahkan secara resmi mengumumkan peluncuran operasi darat di Lebanon selatan pada 16 Maret 2026.